Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SABANG -- Terkenal dengan keindahan alam bawah laut, Pulau Weh memang telah menjadi incaran divers. Aksi underwater cleanup dan fun dive menjadi salah satu kegiatan seru yang berlangsung di Pantai Iboih, Sabang, Minggu (3/12/2017).


Aksi underwater cleanup dan fun dive dim Pulau Weh
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Reza Fahlevi mengatakan, kegiatan Underwater Cleanup dan Fun Dive merupakan bagian dari kegiatan yang telah dipersiapkan untuk mengisi gelaran Sail Sabang 2017.

"Di Aceh Fun Dive selain menyelam, kita juga menyelipkan agenda bersih-bersih bawah laut bersama sejumlah peserta sebagai bentuk kepedulian divers dalam menjaga kelestarian biota dan bawah laut," sebut Reza dalam sambutannya.

Kegiatan ini, kata Reza dilaksanakan untuk mengajak sekaligus memperkenalkan keindahan dan keunikan alam bawah laut Sabang kepada berbagai pihak, sehingga bisa mempromosikan Sabang ke seluruh dunia melalui momen Sail Sabang 2017. 

"Dalam momen ini kita ingin memperkenalkan potensi keindahan dan keunikan alam bawah laut Sabang melalui kegiatan Aceh Fun Dive kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara," ujar Reza yang juga Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Aceh.

Kehadiran wisatawan dalam even fun dive ini bisa menjadi daya tarik untuk mempromosikan Sabang. "Dengan demikian, kedepan kita harapkan akan semakin banyak orang yang tertarik berkunjung ke Sabang sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan pariwisata dan ekonomi masyarakat," imbuh Reza.

Divers Ditantang Pungut Sampah dalam Laut

Ketua Panitia Aceh Fun Dive, Arie Muhardy mengungkapkan bahwa, kegiatan yang diikuti oleh 68 divers ini berasal dari sejumlah negara, mulai dariInggris, Belanda, Kanada dan Jerman. Sementara dari Indonesia, ada dari Palembang, Jakarta dan Aceh sendiri.

"Selain menyelam, kita juga mengajak peserta untuk menikmati keindahan alam bawah laut Sabang melalui aktifitas penyelaman di dua titik lokasi (explore 2 dive spot). Kemudian mereka kita ajak untuk melakukan pembersihan sampah bawah laut (underwater cleanup) dan mengikuti permainan ketepatan waktu (scuba time rally)," urai Ary yang juga menjabat Kabid Konservasi dan Wisata Bahari POSSI Aceh.

Jumlah sampah, sebut Ary dihitung berdasarkan item sampah yang berhasil dipungut dari dalam laut. “Hitungannya bukan besarnya sampah yang dipungut, tetapi item sampahnya,” kata Ary.

Dari setiap tantangan, panitia juga menyediakan hadiah uang tunai bagi kelompok yang membawa item sampah terbanyak ke daratan sebesar Rp 4,5 juta. Begitu juga pada tantangan ketepatan waktu juga disediakan uang tunai Rp 4,5 juta.

Disamping itu, lanjut Ary, panitia bersama unsur masyarakat Gampong Iboih juga menyuguhkan masakan khas Aceh kuah beulangong dan live music selama acara berlangsung," ujarnya. [] TN-Red

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.