TamiangNews.com, ACEH UTARA -- Tamaddun Institute merupakan lembaga pendidikan dan penelitian ilmu-ilmu keislaman mengadakan riset jejak awal Islam di Nusantara. Makam Malikusaleh menjadi inti dari riset yang dilakukan oleh Pengurus Tamaddun Institute, serta Makam Putroe Narisyah yang merupakan cucu dari Malikusaleh atau Al Malik Ash Shalih, Rabu (27/12/2017).


Muhammad Supawi, Selaku Direktur Tamaddun Institute mengungkapkan riset ini dilakukan untuk mengkaji ulang awal masuknya Islam Nusantara.

"Penelitian ini kami lakukan agar arah sejarah ini teratur, dan bisa dikaji ulang tidak semata-mata hanya mendengar dari sumber yang diragukan," ungkap Pemuda asal Langkat ini

Selanjutnya, Rahmat Asri Sufa selaku Bendahara Tamaddun Institute yang juga putra Aceh asal Kabupaten Bireuen menegaskan, "Saya merasa sedih ketika hadir dan melihat sendiri kondisi cagar budaya Makam Malikussaleh yang sudah terkenal hingga mancanegara masih jauh dari perhatian pemerintah setempat, baik insfrastruktur bahkan kebersihan yang masih jauh dari kata bersih. 

Sebenarnya, makam Malikusaleh bisa menjadi wisata keislaman bahkan wisata sejarah untuk meluruskan masuknya Islam Nusantara," tegas Mahasiswa Pascasarjana UIN Sumut ini.

Lanjut Rahmat, "Semoga Penelitian ini bisa menjadi i'ktibar bagi kami bahkan semua orang yang mencintai sejarah keislaman," harap Tokoh Muda asal Aceh di Medan.

Sedangkan menurut Ketua Litbang Tamaddun Institute yang juga Penyunting Jurnal Tamaddun Institute menyimpulkan, "keseriusan untuk mengkaji sejarah sampai ke akar-akarnya perlu dilakukan kembali melalui informan yang memiliki otoritas.

Kedepan kami berharap penelitian ini berlanjut sehingga mampu menyingkap kemungkinan-kemungkinan baru", tutup Pemuda asal Karo ini yang juga Mahasiswa Pascasarjana UIN Sumut. [] TN-Red

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.