Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Diduga tidak sesuai maksud sang Penguasa, Pembentukan Panitia Musyawarah Pemilihan Tuha Peut (PMP TP) Gampong Serambi Indah, Kecamatan Langsa Barat Pemerintah Kota Langsa diulang hingga 3 kali dengan alasan panitia pemilihan yang pertama dan Kedua dianggap tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Pantauan TN bahwa Rapat Pembentukan Panitia Pemilihan Tuha Peut Gampong Serambi Indah untuk yang ketiga kalinya dilaksanakan di Aula Kantor Camat Langsa Barat, Jalan Majid Ibrahim, Gampong Seuriget, Rabu (06/12). 

Dalam rapat pembentukan PMP TG tersebut dihadiri Kabag Pemerintahan Pemko Langsa Chairul Ikhsan, S.STP, Inspektorat Pemko Langsa Rika, Kasi Pemerintahan dan Pemukiman Mukim Langsa Barat Ayub, Bhabinkamtibmas Polsek Langsa Barat, Bhabinsa Koramil Langsa Barat, Geuchik Serambi Indah.

Rapat pembentukan panitia pemilihan Tuha Peut tersebut dilaksanakan berdasarkan surat dari pihak Pemko Langsa kepada Camat Langsa Barat dengan nomor 410/3541/2017 yang bersifat penting/segera, perihal tindak lanjut pemilihan Tuha Peut Gampong Serambi Indah.

Surat yang ditandatangani oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Suriyatno, AP, MSP menindak lanjuti surat Walikota nomor 400/3017/2015 perihal pelaksanaan pemilihan ulang Tuha Peut dan kekosongan jabatan Tuha Peut di Gampong Serambi Indah, Kecamatan Langsa Barat.

"Maka dengan ini kami minta bantuan saudara agar segera menyelesaikan dan memfasilitasi pemilihan ulang Tuha Peut Gampong Serambi Indah dari tahapan awal pencalonan sampai sampai dengan terpilihnya Tuha Peut gampong dengan Transparan, Demokratis, secara langsung maupun musyawarah gampong sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengambil langkah-langkah tahapan pelaksanaan dimaksud".

Kabid Pemerintahan Mukim dan Gampong Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Langsa, Budiman, S.Sos.I yang dikonfirmasi Wartawan mengatakan, diulanginya pemilihan PMP TP dan Tuha Peut Gampong Serambi Indah dikarenakan adanya penolakan dan laporan masyarakat yang diduga tidak melengkapi semua persyaratan yang diatur dalam Qanun Kota Langsa Nomor 6 Tahun 2010 dan peraturan Wali Kota Langsa Tahun 2011.

Sebab, sambung Budiman, pelaporan hasil pemilihan Tuha Peut yang pertama dan kedua Gampong Serambi Indah itu dianggap Wakil Walikota Langsa tidak transparan. Karena tidak adanya foto dokumentasi yang diserahkan.

“Saya sudah melaporkan hasil pemilihan Tuha Peut Gampong Serambi Indah yang pertama dan kedua, kepada Wakil Walikota, tapi tidak disertakan photo kegiatan tersebut, jadi sehingga pak Wakil tidak mau dan memerintahkan untuk dilaksanakan pemilihan ulang dari awal,” ujar Budiman sambil menunjukan id card pers dan mengatakan bahwa dirinya juga seorang wartawan sama seperti awak media yang sedang bertugas melakukan konfirmasi dengannya.

Kabid Pemerintahan Mukim dan Gampong DPMG yang juga seorang wartawan salah satu media cetak terbitan Medan ini juga membantah bahwa adanya intervensi pihak Pemko dalam pemilihan Tuha Peut Gampong Serambi Indah.

“Tidak benar pihak Pemko Langsa mengintervensi dalam pemilihan Tuha Peut Gampong Serambi Indah,” jelasnya.

Sementara itu, issue yang beredar di kalangan masyarakat Serambi Indah, bahwa pengulangan pemilihan Tuha Peut Gampong Serambi Indah tersebut dikarenakan adanya laporan dari salah satu kandidat yang kalah dalam pemilihan itu kepada Wakil Walikota Langsa.

Sumber TN yang layak dipercaya mengatakan issue yang berkembang di kalangan  warga Serambi Indah bahwa, kandidat yang kalah tadi akan berupaya dengan cara apapun agar meraih kemenangan oleh kandidat Tuha Peut tersebut, apalagi pihak yang melaporkan kepada Wakil Walikota Langsa itu merupakan salah seorang timses rezim yang berkuasa saat ini, makanya pembentukan dan pemilihan Tuhan Peut itu di ulang ulang sampai tiga kali, ungkap sumber. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.