TamiangNews.com, SOSOK - Rahmat Asri Sufa, Laki-laki kelahiran, Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, 6 Januari 1994 ini, merupakan salah satu praktisi muda yang sudah berkecimpung di berbagai organisasi baik tingkat mahasiswa, lokal bahkan nasional.


Rahmat, begitu sapaan akrabnya, Pemuda kelahiran 23 tahun silam dengan berbagai pengalaman organisasi, pendidikan, pembicara seminar di berbagai daerah di Indonesia bahkan pimpinan delegasi study visit ke Malaysia dan Thailand.

“Awal mulanya saya memulai karir sosial di SMAN 1 Bireuen, dengan berbagai dorongan teman-teman serta dukungan senior untuk mencalonkan diri sebagai Ketua OSIS pada waktu itu, Alhamdulillah terpilih dan menjadi amanah besar serta tanggung jawab saya dalam mengemban tugas besar ini di usia 17 tahun kala itu, di sanalah saya mulai menempah diri,” ujar Rahmat, Selasa (19/12/2017) di Medan kepada media ini.

Ketertarikan Rahmat menjadi seorang organisator bahkan praktisi sosial serta pendidikan ini dikarenakan untuk merubah pemikiran mahasiswa dan pemuda, tidak semata-semata hanya berkuliah saja. Namun dengan berkuliah  juga para mahasiswa dapat melakukan kegiatan yang nantinya bisa menghasilkan untuk dirinya sendiri, dan tidak akan canggung lagi saat memasuki dunia pekerjaan.

“Bagi saya awal kehidupan itu bukan saat kita berada setelah tamat sekolah dan melanjutkan perkuliahan, namun awal kehidupan terjadi saat kita selesai kuliah, banyak saat ini para mahasiswa tidak siap untuk bekerja. Jadi banyak dari mereka setelah tamat dari kuliah banyak yang belum bekerja dan menjadi pengangguran, ini yang harus diubah,” ujar pria yang aktif sebagai mahasiswa pascasarjana UINSU ini.

Dia mengatakan,  generasi muda saat ini harus lebih aktif dan bergiat untuk melakukan tindakan yang nantinya bisa memberikan hasil bagi dirinya dan juga negaranya. Saat ini menurut Rahmat generasi muda masih terlena dengan perbuatan-perbuatan yang tidak ada manfaatnya sama sekali, kenapa tidak menyempatkan diri memperdalam ilmu agama, belajar, membaca bahkan sering berkumpul dengan orang-orang positif. Banyak generasi muda saat ini mudah menyerah dan cepat putus asa setelah mengalami kegagalan.

Selain menjadi seorang praktisi handal, Rahmat juga aktif menulis. Karyanya yang sudah dibukukan yaitu “essai-essai totalitas mahasiswa” dan "Refleksi Kehidupan" bersama sahabatnya Dedi Sahputra Napitupulu, dan dalam waktu dekat karya ketiganya akan terbit awal 2018 mendatang yang ditulis juga bersama Dedi Sahputra Napitupulu, Pemuda asal Medan.

Berbagai organisasi dan jabatan struktural yang pernah di emban Rahmat Asri Sufa diantaranya Ketua OSIS SMAN 1 Bireuen, Ketua PK PII SMAN 1 Bireuen, Pemimpin Redaksi Majalah SMANSA Bireuen, Ketua PD HIMAHUM (Himpunan Mahasiswa Hukum) Medan, Ketua IMMI UMSU, Ketua Umum FORMA SU (Forum Mahasiswa Aceh Sumatera Utara), Pengurus LDK Al Izzah IAIN SU, Pengurus Lembaga Ad Dakwah SUMUT, Komandan Brigade PII Kota Medan.

Ketua Indonesia Enterpreneur Club (IEC) Aceh, Ketua Ikatan Penulis Muda Indonesia (IPMI) Sumut, Ketua HIPMI PT Bireuen, Ketua kemahasiswaan FKMB Medan, Ketua Kompartemen External HIPMI PT Aceh, Sekbid Litbang DPP IPTR Sumut (sekarang), Ketua Kaderisasi FKMB Medan (sekarang), Bendahara Umum Ikatan Pemuda Peusangan Raya (IPPR), Ketua Forum Kajian Islam (FKI) Sumut, bahkan Rahmat juga aktif di Partai Demokrat Bireuen sebagai Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Bireuen dan memimpin salah satu sayap partai  sebagai Ketua Generasi Muda Demokrat (GMD) Bireuen.

Untuk harapan kedepan, laki-laki yang pernah menjadi Pimpinan Delegasi Mahasiswa ke Thailand dan Malaysia ini mengatakan, ingin terus melakukan yang terbaik dan bisa membagikan pengalamannya kepada siapapun, “Semoga harapan saya bisa terwujud dan saya berkeinginan para generasi muda bisa lebih baik kedepannya,”demikian kata Rahmat alumni dua gelar sarjana sekaligus ini. [] TN-Red

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.