Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Ratusan honorer K2 yang mewakili masing-masing daerah terpancing emosinya.

Perwakilan Honorer K2 saat RDPU dengan BAB DPD RI rabu (6/12).(jpnn.com)
Pasalnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur tidak hadir dalam rapat kerja Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Ini kedua kalinya Asman tidak hadir saat diundang rapat BAP DPD RI. Pada raker pertama 23 November, Asman tidak hadir. Yang hadir hanya dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Hukum dan HAM.

Tidak hanya di BAP DPD, Asman juga absen saat raker dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI untuk membahas revisi UU ASN. Tiga kali diundang, Menteri Asman tidak pernah hadir.

Ketidakhadiran MenPAN-RB ini membuat honorer K2 marah. Mereka mendesak agar Asman dijemput paksa.

"Kalau DPD butuh bantuan untuk menjemput paksa MenPAN-RB, kami siap menjemputnya," kata Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Jawa Timur Eko Mardiono dalam rapat dengar pendapat umum dengan BAP DPD, Rabu (6/12).

Dia menyebutkan, sikap MenPAN-RB yang tidak hadir dalam lima kali rapat harusnya ditindaklanjuti. Jangan sampai DPD dan DPR RI tidak ada harganya di mata seorang menteri.

"Di atas langit masih ada langit. Kalau tidak mau datang, ya dijemput paksa atau bersurat ke presiden. Laporkan kalau MenPAN-RB menolak membahasaa revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan pintu masuknya K2 menjadi PNS," tambah Ketua FHK2I Jawa Barat Imam Supriatna. [] jpnn.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.