Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KUPANG -- Seorang pilot maskapai Lion Air berinsial MS (49 tahun) yang diciduk polisi ketika sedang menggunakan narkotika di salah satu hotel di Kota Kupang diduga membawa barang haram tersebut di dalam pesawat yang diterbangkannya.

Foto : Ilustrasi
Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota AKBP Anthon C Nugroho kepada wartawan di Kupang, Nusa Tenggara Timur menjelaskan tersangka mengaku membawa narkotika jenis s@bu dari tempat asalnya di Tangerang, Jakarta.

"Satu paket barang haram itu disimpan yang bersangkutan dalam dompetnya saat menerbangkan pesawat menuju Kota Kupang," katanya, Selasa sore (5/12).

Anthon menjelaskan, pada Senin (4/12) malam unit Satuan N@rkoba Polres Kupang Kota mendapatkan informasi adanya penyalahgunaan obat-obatan terlarang di salah satu kamar hotel di Kota Kupang. Dari informasi tersebut, Kepala Satuan N@rkoba bersama penyidik berkoordinasi dengan manajemen hotel tersebut untuk melakukan penangkapan.

MS diciduk ketika sedang menggunakan narkoba dan setelah dilakukan pengetesan yang bersangkutan diketahui positif menggunakan s@bu. Ia menyebut, hasil penggeledahan mendapati sejumlah barang bukti berupa satu paket narkotika jenis s@bu, satu alat isap, pemantik gas, sedotan plastik, jarum suntik, satu telepon seluler dan satu botol miras yang sudah dikonsumsi.

"Saat penangkapan dilakukan, paket s@bu yang digunakan tersisa sekitar 0,57 gram dan sisanya sudah dikonsumsi. Berdasarkan pengakuannya, yang bersangkutan baru pertama kali menggunakan barang haram ini," katanya.

Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa perempuan di kamar hotel berbeda yang merupakan rekan kerja tersangka atau awak kabin pesawat namun tidak ditemukan penyalahgunaan n@rkoba. "Kemudian terkait barang yang lolos dibawa dalam pesawat itu masih kami selidiki dalam pengembangan selanjutnya," katanya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka MS dikenakan Pasal 112 subsider Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun penjara. [] republika.co.id

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.