TamiangNews.com, GAZA -- Beberapa hari setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai Ibukota Israel secara sepihak. Aksi unjuk rasa di Jalur Gaza belum reda.

Seorang warga Palestina menendang tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan penjajah Israel dalam bentrokan (republika.co.id)
Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan pada Selasa (12/12) malam menginformasikan, sejumlah aksi unjuk rasa yang dilakukan warga di Gaza dekat wilayah perbatasan pecah. Terjadi bentrokan para pengunjuk rasa dengan militer Israel.

"Kekuatan tak berimbang antara militer Israel dan para pengunjuk rasa berujung jatuhnya puluhan korban luka dari pihak Palestina," kata Aldilla melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (12/12) malam.

Dia menerangkan, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat 97 warga Palestina terluka sejak Senin (11/12) pagi hingga malam. Sebanyak 60 orang di antaranya menderita sesak napas akibat menghirup gas air mata. Para korban langsung mendapatkan perawatan di lokasi terjadinya bentrokan.

"Sementara, 37 orang di antaranya harus dilarikan ke Rumah Sakit karena tertembak peluru tajam militer Israel," ujarnya.

Aldilla menyampaikan, dengan demikian jumlah korban luka dari pihak Palestina sejak meletusnya berbagai aksi unjuk rasa bertambah menjadi 1.795 orang. Seperti dikabarkan oleh bulan sabit merah Palestina. [] republika.co.id

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.