TamiangNews.com, LANGSA - Setelah sempat diberitakan oleh beberapa media terkait dugaan pelanggaran hukum yang terjadi di KONI Kota Langsa karena dianggap telah mengangkangi undang-undang dan surat edaran Mendagri, dimana terjadi rangkap jabatan oleh pejabat fungsional dan struktural serta anggota DPRK Langsa yang secara tegas dilarang, maka untuk itu LSM Gadjah Puteh meminta pada aparat hukum baik kepolisian maupun kejaksaan untuk dapat menindaklanjuti menurut hukum yang berlaku.

Sayed Zahirsyah AL Mahdaly, Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh
Demikian ditegaskan Sayed Zahirsyah Al Mahdaly, Direktur Eksekutif  LSM Gadjah Puteh pada awak media, Jum'at (22/12) di Langsa.

Dikatakannya, hal ini dianggap perlu untuk segera dilakukan oleh karena pelanggaran hukum tersebut mengakibatkan adanya penyalahgunaan uang negara yang tidak dapat dipertanggungjawabkan yang telah digunakan oleh mereka yang tidak berhak.

Menurut Sayed, adanya beberapa anggota DPRK dan pejabat yang sebenarnya dilarang menjadi pengurus namun telah ditetapkan sebagai pengurus oleh tim formatur pembentukan yang diketuai saudara M Zulfri yang juga ketua umum koni Langsa saat ini.

Disisi lain, bahwa hal ini juga terjadi pada periode 5 tahun sebelumnya, yang tentunya sudah sangat banyak uang rakyat yang telah salah pemanfaatannya yang tentu juga perlu diperiksa, tambahnya.

Koni Kota Langsa mendapatkan anggaran yang tidak sedikit pada setiap tahun berjalan yang selama ini kurang mendapat pengawasan oleh pihak berwenang.

"Kami  harap agar kasus ini segera ditindaklanjuti dan kemudian dibuka ke publik, sehingga proses hukumnya terang dan dapat diketahui oleh publik, untuk kemudian menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah selain sebagai bukti nyata kita semua berkomitmen memberantas korupsi", tegas Sayed.

Sementara itu ketua KONI Langsa, saudara M Zulfri ketika dikonfirmasi oleh wartawan melalui handphone nya mengatakan bahwa dirinya berada di sebuah rumah sakit mendampingi orang tuanya. [] TN-Red

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.