Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Berawal dari beberapa warga Kampung Selamat yang menolak keberadaan PT. BPP dengan beberapa alasan yang tercantum pada sepucuk surat yang dibubuhi sebanyak 78 tanda tangan masyarakat diduga ulah para oknum yang sentimen sehingga PT. Bukit Pandan Prima dibully oleh warga Kampung Selamat dengan alasan PT tidak memperoleh Izin. 

Foto : Ilustrasi
PT dituding melakukan pengusiran terhadap penambang manual, bahkan PT. Bukit Pandan Prima dituding melakukan perusakan lingkungan aset wisata Aceh Tamiang.

Setelah dilakukan penelusuran oleh team TamiangNews.com dengan mengkonfirmasi pihak PT. Bukit Pandan Prima, Rabu (06/12) tentang laporan masyarakat tersebut akhirnya media menemukan titik terang tentang permasalahan ini.

Rasyid selaku pengawas PT. Bukit Pandan Prima mengatakan bahwa tudingan itu semua adalah ulah beberapa Oknum yang dipecat dari perusahaan karena bermasalah. Akibat pemecatan itu timbulah sentimental oknum tersebut terhadap perusahaan. Ditambah lagi oknum yang dipecat tersebut dilarang menambang dolomit manual di areal HGU PT. Bukit Pandan Prima karena menggunakan Brecker, sehingga diduga menghasut warga untuk membully dan melakukan penolakan hadirnya PT. Bukit Pandan Prima di kawasan desa mereka.

"Kalau izin kita lengkap semua, izin dari lingkungan hidup, izin dari pertambangan, semua lengkap kok, dan biaya perawatan lingkungan juga kita salurkan setiap bulan beserta uang palang juga kita berikan, tetapi apabila ada oknum warga ikut menambang batu dolomit di areal HGU Perusaahan kita dengan menggunakan alat berat Brecker ya kita larang, karena cuma perusahaan yang berhak menggunakan Brecker, nah di situlah titik awal penghasutan kepada warga sehingga membuat warga menolak PT. Bukit Pandan Prima beroperasi di sini", ujarnya. 

Selain itu Camat Kecamatan tenggulun Zulfiqar juga membenarkan bahwa kejadian tersebut memang dilakukan oleh beberapa oknum yang telah di pecat oleh perusahaan selain itu oknum tersebut juga menambang batu dolomit di area HGU perusahaan PT.Bukit Pandan Prima dengan menggunakan Brecker, sehingga pihak perusahaan melaporkan ke pihak kepolisian setempat untuk melakukan pengusiran.

"Mereka membuat laporan kepada saya dan mengatakan bahwa PT.Bukit Pandan Prima izinnya tidak lengkap, begitu saya ceck kelengkapan administrasi kelengkapan perizinanya lengkap, akhirnya saya panggilah tadi si pihak pelapor eh malah ngak ada yang mau datang, setelah itu saya turun kelapangan saya lihat mereka menambang batu dolomit dilahan pertambangan HGU PT Bukit Pandan Prima pakai Brecker pulak lagi, sudah kayak PT juga, kan gila itu namanya" imbuhnya sambil geram. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.