Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDUNG -- Ambisi PSIS Semarang untuk bermain di kompetisi kasta tertinggi musim depan, Liga 1 benar-benar kandas.

Foto : Ilustrasi
Itu setelah mereka kalah 2-0 atas PSMS pada babak semifinal Liga 2 yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tadi malam (25/11).

Dua gol PSMS lahir melalui gol Frets Listanto Butuan (113') dan Dimas Drajad (118') di masa tambahan waktu 2x15 menit babak kedua.

Atas hasil tersebut, PSMS Medan memastikan diri melaju ke final melawan Persebaya Surabaya yang sebelumnya berhasil menang 3-1 atas Martapura FC pada babak semifinal.

Kedua tim finalis juga otomatis memastikan dua tiket lolos ke kompetisi kasta tertinggi, Liga 1 musim depan.

PSIS sebenarnya belum habis. Haudi Abdillah dkk masih memiliki kesempatan untuk lolos ke Liga 1 asalkan berhasil menang atas Martapura FC pada perebutan juara ketiga sekaligus perebutan satu tiket terakhir ke Liga 1 pada 28 November 2017 mendatang.

Duel sengit terjadi di babak semifinal kedua antara PSIS versus PSMS tadi malam. Sejak babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan. PSIS sedikit tampil beda dengan menurunkan winger Andrid Wibawa.

PSMS juga bukan tanpa peluang. Ketakutan head coah PSIS, Subangkit atas kuartet lini depan PSMS, yakni Elthon Maran, Frets Listanto, Suhandi dan Made Wirahadi benar terjadi. Beruntung selama babak pertama belum ada gol yang tercipta, sehingga kedudukan 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Subangkit sedikit mengubah skema bermain tim berjuluk Mahesa Jenar. Pelatih asal Pasuruan itu menginstruksikan kepada Haudi Abdillah dkk untuk lebih bermain menekan.

Hasilnya cukup lumayan. Bomber Aldaier nyaris mencetak gol andai sepakan kaki kanannya tidak diselamatkan tiang gawang PSMS. Babak kedua skor masih imbang 0-0 dan mmeaksa wasit memainkan babak tambahan waktu 2x15 menit.

Petaka bagi PSIS datang di masa tambahan waktu babak kedua. Keasyikan menyerang, Frets Listanto mampu membawa tim Ayam Kinantan unggul melalui tembakan keras kaki kanannya. Tak puas hanya unggul satu gol, PSMS menambah gol mereka melalui Dimas Drajat yang sekaligus mengakhiri laga semifinal dengan keunggulan 2-0.

"Kami sebenarnya berhasil menguasai permainan. Tapi itulah sepak bola, meskipun kami menghasilkan banyak peluang, namun PSMS akhirnya berhasil unggul," kata Subangkit kepada Jawa Pos Radar Semarang usai laga.

Meskipun peluang untuk promosi masih terbuka, Subangkit wajib mengangkat mental bertanding anak asuhannya untuk menghadapi laga hidup mati versus Martapura FC. "Apapun akan kami lakukan untuk mengangkat mental anak-anak. Karena pertandingan terakhir kami masih membutuhkan kerja keras tim," ujarnya. [] jpnn.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.