Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang menyita dua gading gajah beserta seorang diduga sebagai tersangka, saat pelaksanaan Razia Operasi Zebra Rencong 2017, di depan Mapolsek Kota Kuala Simpang, Selasa, 14 November 2017, sekira pukul 21.30 WIB, kemarin.

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang menyita dua gading gajah 

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian, SIK dalam jumpa pers, Kamis (16/11) mengatakan, gading tersebut disita dari warga berinisial SD alias Maruf (46), asal Kampung Semanah Jaya Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

"Kedua gading disita dari tersangka yang dibawa menggunakan mobilnya dan terjaring Ops Zebra Rencong 2017 yang dilakukan Sat Lantas Polres Aceh Tamiang kemarin. 

Lalu setelah diperiksa, didapatkan ada gading gajah di kendaraan tersebut," ungkap Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian.SIK, yang turut didampingi Wakapolres Aceh Tamiang Kompol Wahyudi Sabhara.SIK, Kasat Reskrim Iptu Ferdian Candra.S.Sos dan tim dari BKSDA Provinsi Aceh Azharuddin dan Suparman.

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang, sebelumnya telah menerima informasi dari masyarakat bahwa ada sebuah mobil jenis Toyota Avanza bernomor polisi BK 1506 QM, membawa dua buah gading gajah, melaju dari Aceh Timur ke arah Medan.

"Selanjutnya, tim melihat bahwa mobil yang dikendarai tersangka telah ditilang Satuan Lantas Polres Aceh Tamiang karena tidak memiliki dokumen kendaraan lengkap dan diduga memiliki STNK Palsu. Setelah digeledah, gading ditemukan di lantai bawah kursi mobil bagian belakang yang dibungkus karung goni plastik warna putih," jelasnya Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian.

Dua buah gading gajah, dengan panjang mencapai 65 centimeter dan berat 10 kilogram, yang berhasil diamankan tersebut diperkirakan memiliki keterkaitan dengan ditemukannya bangkai gajah disamping lahan perkebunan jagung milik inisial R di daerah Lorong Blang Perak Dusun Krueng Tuan Kampung Seumanah Jaya Kecamatan Ranto Pereulak.

Dari lokasi penemuan gajah tersebut terdapat pagar pembatas lahan tanaman jagung yang diduga memiliki aliran listrik dan disekitar lokasi ditemukan pisang yang digantung bersama air berwarna merah yang diduga racun. 

"Gading gajah ini masih terkait dengan gajah mati yang ditemukan di Rantau Peureulak, Aceh Timur,  "ungkapnya.

Saat ini, tersangka dan barang bukti gading gajah telah diamankan di Mapolres setempat , guna penyidikan lebih lanjut. Adapun tersangka akan dipersangkakan dengan Pasal 21 Ayat 2 huruf (d) jo Pasal 40 Ayat 2 UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem serta Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 Juta. [] TN-W004

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.