Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Kekecewaan tampak terlihat diraut wajah 5 orang perwakilan  Masyarakat Kampung Balai yang menghadiri Mediasi Penyelesaian Kasus Penyalahgunaan Dana Desa oleh Datok Penghulu Kampung Balai AW, yang rencananya digelar Selasa (28/11) di Ruangan Komisi A DPRK Aceh Tamiang Batal, karena tidak dihadiri oleh pihak Eksekutif yang merupakan Leading Sektor dana Desa tersebut.


Kami akan melaporkan kasus ini ke Tipikor Polres Aceh Tamiang, ungkap salah seorang perwakilan masyarakat Kampung Balai kepada TamiangNews Rabu (28/11) menurut Penyalahgunaan ADD pada Program “Belut” telah merugikan Negara  sebanyak 120 juta rupiah di duga kuat dilakukan Datok Penghulu Kampung Balai tersebut  tak kunjung usai meski sudah beberapa kali dilakukan pertemuan antara warga kampong sebagai pelapor ke Komisi A DPRK Aceh Tamiang selaku penengah pada kasus ini.

Sementara itu Zul Azmi perwakilan masyarakat Kampung Balai dan mengatakan, penyelesaian yang tak kunjung selesai membuat kami beberapa warga harus kembali melakukan mediasi ke DPRK Aceh Tamiang untuk meminta ada tindakan tegas atas penyalahgunaan ADD tersebut.

“Kami kecewa dengan mereka selaku Instansi yang seharusnya turut bertanggung jawab atas penyelesaian kasus penyelewengan dana desa ini, tapi malah tidak hadir ketika sudah diundang oleh DPRK untuk duduk bersama agar kasus ini cepat diselesaikan, padahal kami sudah menunggu sampai jam 3 sore namun Asisten I, BPM dan Inspektorat tidak datang juga”, ungkap Zul Azmi kesal.  

Lebih lanjut dikatakan Zul Azmi, padahal Camat Bendahara, Mukim Kemukiman Tengah, Ketua MDSK Kampung Balai dan sejumlah Warga Kampung Balai sudah hadir untuk memenuhi undangan DPRK, tapi hebatnya mereka yang mengaku pejabat di Aceh Tamiang tidak mengindahkan undangan tersebut.

Hal senada juga disampaikan Gusmawan Amir yang tidak pernah absen hadir untuk menyelesaikan kasus ini mengatakan, Sampai saat ini belum ada eksekusi yang jelas, yang ada hanya temuan audit Inspektorat kemarin yaitu kerugian yang mencapai 120 juta.

“Namun sampai saat ini kami tidak tahu apakah sudah dibayar semua atau belum,  yang jelas batas pembayarannya sudah disepakati tanggal 24 September kemarin dan itu sudah lewat,  makanya kami ingin kasus ini diselesaikan dengan jelas dan terbuka bagi semua masyarakat, jika memang tidak ada realisasi penyelesaian yang jelas maka kan kami tempuh dari jalur hukum". 

Sampai saat terbitnya berita penyelesaian kasus dana desa di Kampung Balai belum ada kejelasan yang riil, hal inilah yang diperjuangkan oleh masyarakat yang ingin kasus ini di selesaikan, jangan pura pura diselesaikan untuk menyenagkan hati masyarakat, timpal  Gusmawan Amir. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.