Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Sebuah “lubang” besar dan gelap telah terbuka di atmosfer Matahari, menyebabkan angin surya dapat keluar ke antariksa. Ini merupakan sebuah fenomena yang biasa, tetapi terlihat spektakuler.

Lubang Gelap Raksasa di Atmosfir Matahari (NASA-Okezone.com)
Observatorium Dinamika Matahari NASA menangkap gambar ultraviolet dari lubang koronal pada 8 November. Badan antariksa tersebut merilis fotonya pada Senin atau 20 November.

Lubang lebar bisa terbuka di atmosfer bagian atas matahari, atau korona, akibat medan magnet dinamis bintang tersebut, menurut sebuah pernyataan NASA, seperti dilansir dari Live Science.

Seperti lubang pada lapisan ozon di Bumi, lubang koronal sebenarnya tidak melewati atmosfer matahari. Hanya pada daerah yang lebih dingin dan kurang padat dibanding plasma sekitarnya.

Menurut Space Weather Prediction Center (SWPC), pembukaan di medan magnet membuat partikel keluar dengan mudah dan jauh lebih cepat daripada angin surya normal. Aliran berkecepatan tinggi ini dapat menyebabkan gangguan di magnetosfer Bumi yang membahayakan satelit dan jaringan listrik.

Partikel berenergi tinggi juga dapat memberi kekuatan lebih pada aurora di Bumi, cahaya di bagian utara dan selatan. Lubang ini kemungkinan adalah sumber aurora yang muncul pada awal bulan ini sejauh selatan Nebraska.

Kemungkinan munculnya lubang koronal akan lebih besar saat Matahari mendekati minimum dari siklus 11 tahunnya, yang akan tiba pada 2019. SWC mengatakan, lubang yang tahan lama, dapat bertahan selama beberapa putaran Matahari, dengan memakan waktu rata-rata 27 hari. [] okezone.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.