Dilihat 0 kali

Oleh : Tri Maulia Ningsih*

Guru adalah pelita, laksana sebuah tongkat yang bisa menuntun langkah si tuna netra. Guru adalahcahaya, laksana biasan neon yang mampu menerangi kegelapan ruangan. Pengorbanan guru laksana sehelai kelopak bunga, mampu memberi warna dan keindahan namun siap dihembuskan bersama terpaan angin. Kasih Guru laksana rerimbunan dedaun yang rindang, mampu meneduhkan bagi siapa saja yang berlindung di naungannya. 



Begitulah kiasan yang kini tak asing lagi terdengar ditelinga masyarakat.Betapa banyak pengorbanan yang dilakukan guru demi mencerdaskan putra-putri bangsa.Meski tak diupah dengan nominal yang setimpal namun semangatnya takkan luntur dan juga pudar.Sebab guru itu memikul tegar, memeluk sabar, siap menjadi lebur guna mencipta generasi berbudi luhur.Selain memiliki tugas pokok mengajar, ternyata guru masa kini juga bisa mengembangkan potensi yang dimiliki, terbukti kini banyak guru-guruyang sukses berprestasi dan mengembangkan karir diluar potensi akademisnya, tak terkecuali guru yang satu ini.

Dibalik kesibukan aktifitasnya dalam mengajar, sebagai aktivis dakwah dan aktivis kemanusiaan, kini ia juga merambah dunia bisnis. Dialah Ibu Tuti Faridahni, S.ST.Par. Seorang guru di SMKN 3 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, provinsi Aceh. Guru yang kerap disapa Yong Tuti (Sebutan kakak tertua dalam adat melayu/tamiang) ini mengaku punya hobi menjahit.Bakat ini sudah menuruninya sejak beliau menimba ilmu di jurusan Tata Busana ketika duduk dibangku Sekolah Kejuruan Kota Langsa.


Hijab Pashtan Ukuran Kecil : Ella Martini
Baginya menjahit adalah kegiatan yang menyenangkan, selain bisa mengeksplore bakat yang dimiliki, menjahit juga melatih ketekunan, kesabaran, dan keuletan dalam bekerja. Salah satu hasil produksi perdananya adalah Kreasi TutiF@, bermula dari iseng tapi kini malah jadi booming.

“Awalnya jahit baju anak-anak untuk orderan atas permintaan kerabat dan sahabat, terus iseng sisa kain perca dibuatin hijab pashmina instan, ternyata respon dari orang-orang terdekat sangat baik, mereka menyukai karya saya, karena banyak yang order ya udah deh tercetus untuk ngebuat hijab pastan alias pashmina instan, hehe..” pukasnya sembari tertawa renyah.

“Nah, TutiF@ sendiri adalah brand yang diambil dari singkatan nama saya, Tuti Faridahni, atau bisa juga gabungan dari nama saya dan nama suami, Tuti dan Fakhri (Azwanul Fahkri).” Lanjut wanita yang merupakan lulusan Universitas Tri Sakti itu.

Tiga bulan pasca launching September lalu, Ibu Tuti sudah memproduksi lebih dari tiga ratusan hijab pastan, terhitung produksi pertama 60 pact yang langsung sold out di minggu pertama, produksi kedua sudah mencapai 120-an s/d 150-an, dan produksi ketiga kini sudah mencapai 300-an pact hijab pastan dengan bahan yang adem dipakai seperti wolfis, burble sutrapremium dan sifon burble


Model Hijab Pashtan Ukuran Sedang : Siti Indriati Fauziah
Beliau mengaku kreasi home-made buatannya belum dikategorikan sukses besar sebab minimnya jangkauan promo, hanya mengandalkan orang-orang terdekat dan sosial media saja. Namun tak menutup kemungkinan kelak bisa dikenal secara global sebab kini peluang ituterbuka luas, terbukti reseller TutiF@ kini telah menyebar di Kota Kualasimpang, Langsa, Banda Aceh, Seumeuleu, Bogor dan Gorontalo. Yang dibanrolle dengan harga Rp. 70.000 untuk ukuran mini, Rp. 90.000 untuk ukuran sedang dan Rp. 120.000 untuk ukuran jumbo. 

“Harapannya ke depan, kalau respon konsumennya semakin baik, saya sangat berkeinginan untuk memproduksi hijab pastan lebih banyak lagi, mungkin bisa dengan kreasi lain melalui brand yang sama. Bisa merekrut para alumni SMK 3, sekaligus membuka lapangan kerja juga buat mereka,” Tuturnya dengan tak menghilangkan senyum khasnya.

Beliau sudah memiliki basic dan senang berbisnis, selain karena alasan mengikuti sunnah Rasul, sebelumnya ia juga merupakan reseller pakaian anak/dewasa, mukena (telkung), jelbab, kaos kaki, buku dan obat-obatan herbal.Ia tak hanya sekadar ingin meraup keuntungan sebagai imbalan para pebisnis dengan hasil penjualan, tapi ia juga ingin ada kebermanfaatan untuk orang lain dari apa yang dihasilkan.Itulah sebabnya beliau sering dijuluki ‘aduhai’ oleh rekan-rekannya, alias agen dunia akhirat. Menurutnya lagi, berbisnis itu menyenangkan, kerja sambilan yang tidak harus terikat dengan dinas. Asal tidak mengganggu kewajiban utama sebagai seorang guru. Meski sudah ada niatan untuk memilih pensiun dini tapi beliau tak pernah mengabaikan tugas-tugasnya dalam mengajar.

Model hijab Pashtan Ukuran Jumbo : Kiri (Lila Irnalita), Tengah (Agus Jayanti), Kanan (Asniwati)
Baginya menjadi pengusaha adalah bagian daripada cita-citanya, meski saat ini ia memang memiliki kendala di modal untuk terus mengembangkan usaha kecilnya, tapi ia tetap berusaha dan bekerja keras agar kelak impiannya tercapai. Yakni bisa membuka pemberdayaan usaha yang lebih besar dan merekrut para pekerja yang bisa kustum menjahit secara gratis. Tentu semua itu ia wujudkan setelah pensiun menjadi guru nanti, akan ia fokuskan untuk jadi pengusaha, membangun yayasan sosial dan mengajar ngaji saja. 

“Saya tidak mau usianya habis hanya untuk memikirkan masalah duniawi saja, ingin fokus ke akhirat juga biar balance, dunia akhirat.”Pukasnya lirih mengakhiri perbincangan.

Melihat sepak terjang kreasi TutiF@ dalam kurun waktu 3 bulan, perlu kiranya dapat menginspirasi para guru dipenjuru Negeri.Bahwa semangat dan impiannya yang baik adalah langkah awal bagi seorang guru yang tak hanya berfokus pada profesinya sebagai staff pengajar saja, tapi guru juga berpeluang untuk berkreasi diluar bidang akademisnya. Belajarlah banyak hal, kembangkanlah kreaitifas yang dimiliki meskipun sang guru berdomisili di kota kecil tetap tak boleh kerucutkan semangat.Tapi pastikan orientasi pengembangan bakat seorang guru tak semerta-merta untuk memperoleh kepuasan duniawi, tapi prioritaskan juga urusan akhirat.

Silahkan bermimpi, tapi milikilah impian dengan tujuan mulia, yang dengan kesuksesan itu kita bisa banyak membantu orang yang sedang membutuhkan, lalu dengan kesuksesan itu bisa mengantarkan kita ke taman syurgawi di akhirat nanti. Orang yang menciptakan karya memang hebat, tapi seorang guru yang bisa membuat orang lain berkarya itu jauh lebih hebat. 

TutiF@ - Kreasi Pastan (Pashmina Instan) Guru SMKN 3 Karang Baru - Aceh Tamiang, email : trimaulia@ymail.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.