Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LHOKSEUMAWE -- Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Selasa (28/11), mengeksekusi mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lhokseumawe Ir Zahedi ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas II Lhokseumawe. 

Foto : Ilustrasi

Zahedi sendiri tersandung dalam perkara korupsi pembangunan jalan lingkar pada tahun 2011 lalu, sehingga dia pun harus menjalani hukuman selama satu tahun enam bulan dan bayar denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan penjara.

Untuk diketahui, sejak Desember 2012 penyidik Tipikor Reskrim Polres Lhokseumawe mulai menyelidiki pembangunan jalan lingkar dari Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti-Alue Kala Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe yang dananya bersumber dari APBA 2011 sebesar Rp 2 miliar. 

Berdasarkan hasil audit BPKP ditemui adanya kerugian negara Rp 268,6 juta. Selanjutnya, penyidik pun menetapkan enam orang tersangka, yakni T Zahedi (Kadis PU Lhokseumawe), Ridwan (PPTK), Huzaiva (Pembantu PPTK), Masna Rima Yanti (Direktris CV Masrifai Teknik) selaku rekanan, Ir Efendi dan Ir Ferizal (keduanya konsultan pengawas).Kejari Lhokseumawe Mukhlis, melalui Kasi Pidsus Saiful Amri, menjelaskan, pada akhir tahun 2014 lalu, keenam terdakwa dalam perkara korupsi ini sudah divonis di tingkat Pengadilan Tipikor. 

Sehingga yang tidak mengajukan banding hanya Ferizal. Sedangkan lima terdakwa lainnya mengajukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung.

Seiring waktu berjalan, sebut Saiful Amri, untuk terdakwa Masna Rima Yanti, hasil putusan kasasi pada 2 Maret 2016 lalu, dihukum empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara. Masna pun sudah dieksekusi. 

Untuk tervonis Efendi, hasil kasasi pada 21 Oktober 2016 dipenjara selama empat tahun dan denda 200 juta subsider enam bulan penjara. 

“Dia juga sudah selesai dieksekusi,” jelas Saiful. Untuk tiga tervonis yang tersisa, yakni Zahedi, Huzaiva dan Ridwan, hasil kasasi baru diterima pihaknya satu hari lalu. Dimana keputusan MA, menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Aceh di Banda Aceh. 

Dimana ketiga terpidana tersebut, masing-masing dihukum satu tahun enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan penjara.

Disebutkan juga, untuk Huzaiva, proses eksekusi sudah berlangsung tadi pagi (kemarin pagi-red) dimana tervonis datang sendiri ke kejaksaan. Sedangkan Zahedi baru dieksekusi pada siang harinya setelah dia datang ke kejaksaan. 

“Untuk Ridwan, sesuai hasil komunikasi dengan kita, sedang dalam perjalanan dari Banda Aceh. Kalau tidak sore, berarti malam baru tiba di Lhokseumawe, sehingga akan langsung kita eksekusi,” demikian Syaiful Amri.

Penyidik Reskrim Polres Lhokseumawe mulai menyelidiki kasus korupsi proyek pembangunan jalan lingkar pada November 2012. 

Saat itu polisi memeriksa volume penimbunan jalan menggunakan alat berat jenis beko di kawasan jalan itu. 

Utuk meneliti apakah sesuai spesifikasi atau tidak polisi menggunakan jasa akademisi dari perguruan tinggi di Aceh. Jalan tersebut dibangun dengan dana APBA tahun 2011 senilai Rp 2 miliar.

Dalam kasus itu polisi menetapkan enam tersangka, masing-masing, T Zahedi (mantan Kadis PU Lhokseumawe) lalu Masna Rima Yanti (Direktris CV Masrifai Tehnik) selaku rekanan, Ridwan (PPTK) dan Huzaiva (Pembantu PPTK), Ir Efendi dan Ferizal (Konsultan pengawas). 

Lima diantaranya setelah divonis pengadilan Tipikor Banda mengajukan banding. Sedangkan Ferizal yang divonis 15 bulan tidak mengajukan banding sehingga langsung ditahan pada 5 September 2014. [] tribunnews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.