Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Setelah melakukan seleksi data guru bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) diseluruh kabupaten/kota di Aceh, Dinas Pendidikan Propinsi Aceh akan melaksanakan seleksi guru kontrak propinsi paling lama tanggal 10 Desember 2017. Hal ini disampaikan langsung oleh Darmansyah selaku Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Propinsi Aceh senin (27/11). 


Foto : Ilustrasi
Menurut Darmansyah, Proses seleksi melibatkan guru Non-PNS yang masuk dalam data Personalia, Peralatan, dan Dokumen (P2D) dan nama-nama yang ada dalam Data Pokok Pendidik (Dapodik). 

Lebih lanjut dikatakan, bagi yang tidak terdapat nama dalam data P2D masih bisa ikut serta dalam tes jika sudah ada dalam data Dapodik. Seleksi dilakukan secara online di kabupaten masing-masing. Nama yang lulus akan diberikan SK penempatan yang akan disesuaikan dengan sebaran kebutuhan guru di sekolah masing-masing, ujarnya.


Dari 23  kabupaten/kota seluruh Aceh saat ini ada 15 kabupaten yang sedang melakukan pemetaan kebutuhan guru di lingkungannya. Nantinya guru yang berlebih akan didistribusikan paling jauh 20 Km dari tempat tinggal yang bersangkutan, sebut Darmansyah lagi.


Sementara untuk guru yang tidak lulus masih menunggu hasil diskusi dengan pihak  gubernur untuk diputuskan status kerja yang bersangkutan. Sementara untuk guru yang tidak bisa ikut dalam proses seleksi akan menunggu kebijakan lanjutan. 


Ditambahkan lagi oleh Darmansyah untuk guru kontrak yang sudah sertifikasi dan sudah memiliki NUPTK memiliki nilai tambah dalam proses seleksi.  Dengan ada nya proses seleksi tidak ada lagi guru yang berlebih di satu sekolah sementara di sekolah lain terjadi kekosongan, demikian harapnya. [] TN-Winda


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.