Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Youtube mengubah algoritme penelusuran agar menampilkan sumber yang lebih andal dan dipercaya. Hal ini setelah platform video tersebut menampilkan tayangan yang keliru soal insiden di Las Vegas.

Informasi ini diketahui melalui laporan The Wall Street Journal yang mengatakan bahwa saat pengguna mencari video dengan kata kunci "penembakan Las Vegas", salah satu hasil pencariannya menampilkan informasi yang tak akurat.

Video itu mengklaim bahwa pelaku penembakan tak seorang diri, melainkan banyak orang. Video itu berjudul "Proof Las Vegas Shooting Was a FALSE FLAG attack-Shooter on 4th Floor". Sejak diunggah selama 27 jam, video tersebut telah ditonton lebih dari satu juta viewer.

Setelah mengetahuinya, YouTube menghapus video tersebut. Atas kejadian itu sumber The Wall Street Journal mengatakan bahwa perusahaan kini mengubah mesin pencarian guna merespons kritik yang ditujukan pada mereka.

Dikutip dari The Verge, Jumat (6/10/2017), YouTube mulai menunjukkan sumber yang terpercaya pada Rabu, 4 September 2017. Namun perusahaan di bawah naungan Google itu belum mengungkap bagaimana mereka menentukan sumbernya.

"Saat berita datang, kami memiliki ribuan penerbit berita yang merepresentasikan pelbagai sudut pandang," ungkap YouTube kepada The Wall Street Journal.

YouTube menggunakan algoritme saat mengurutkan video hasil pencarian dan menentukan video ke pilihan Up Next di pemutar video. YouTube mengaku bahwa pihaknya telah mempersiapkan perubahan tersebut selama beberapa bulan lalu.

Namun atas kejadian ini mereka mempercepat implementasi perubahan algoritme. Sumber dalam YouTube juga mengungkap bahwa perubahan tersebut masih membutuhkan peningkatan kinerja.

Insiden penembakan di Las Vegas tak hanya menjadi menjadi masalah bagi Youtube. Sebelumnya Google dan Facebook juga terkena masalah akibat menampilkan berita dari sumber yang tak terpercaya. [] okezone, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.