TamiangNews.com, LANGSA -- Permasalahan hutang-piutang Tim Pemenangan pasangan Umara pasca Pilkada 2017-2022 dengan Rizki Tomiza hingga saat ini belum usai. Demikian dikatakan Rizki Romiza (30) warga Aceh Tamiang dalam relisnya yang diterima TamiangNews Minggu (08/10).

Rizki Romiza mengharapkan kepada Tim Pemenangan Umara untuk segera menyelesaikan utang piutang sebesar Rp.450 juta.

Rizki Romiza menulis, sekira Januari 2017 saya bertemu dengan AA alias WK yang merupakan koordinator Tim Pemenangan Umara. Pada pertemuan tersebut AA alias WK meminta pinjaman uang sebesar Rp430 juta kepada saya, ujar Rizki.

Uang tersebut katanya, "untuk menebus surat lahan Masjid Gampong Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat yang digadaikan oleh NI alias NK yang merupakan Ketua Tim Pemenangan Umara."

Katanya, surat Masjid tersebut digadaikan NK sebesar Rp.430 juta kepada Ibu Igan di Medan. Uang tersebut dipakai untuk membayar utang, pembiayaan Kampanye Pilkada Umara 2017-2022, serta belanja perlengkapan kampanye di Medan dan Bandung.

Selanjutnya, WK meminta saya untuk membantu menebus surat Masjid tersebut karena apabila diketahui oleh masyarakat umum akan menjadi aib yang sangat memalukan. Apalagi uang pinjaman tersebut dikenakan bunga setiap bulan sekira Rp30 juta/bulan

Dikatakan Rizki lagi, karena merasa kasihan dan prihatin maka sesuai dengan permintaan Wan Kumis pada 7 Maret 2017, uang sebesar Rp.450 juta saya berikan kepada AA alias WK.

Selanjutnya WK menyerahkan uang tersebut kepada NK untuk menebus surat lahan masjid itu yang digadaikan kepada Ibu Igan di Medan.

Oleh karena itu, saya sangat kecewa ketika meminta uang dikembalikan kepada WK dan NK, mereka selalu menghindar dan mengulur-ulur waktu.

Bahkan alasannya, mereka belum mempunyai uang untuk mengembalikan karena uang tersebut tadinya dipakai oleh Umara untuk belanja.

Selanjutnya, saya menjumpai Walikota Langsa Usman Abdullah tentang perihal tersebut, "ia mengatakan mengenai uang tersebut urusan WK (Koordinator Tim Pemenangan Umara) dan NK (Ketua Tim Pemenangan Umara)."

Dasar itulah, saya menghimbau kepada AA alias WK, NI alias NK dan Usman Abdullah (Toke Seum) untuk segera mengembalikan uang saya.

"Jika dalam waktu seminggu juga tidak dikembalikan, maka saya akan melaporkan penipuan ini kepada pihak penegak hukum dan berwajib, karena saya memiliki semua bukti baik tertulis maupun percakapan rekaman", tulis Rizki Romiza. [] TM-W007, Foto : Ilustrasi

 

Comments
1 Comments

Posting Komentar

  1. Menyangkut informasi yang disampaikan beberapa media online dan cetak, tentang penggadaiana surat tanah masjid matang seulimeng itu sama sekali tidak benar, itu adalah fitnah. sepertinya ini ada pihak-pihak yang ingin mempermalukan saya dengan maksud tertentu, apalagi saya sebagai ketua panitia pembangunan masjid dan sekaligus juga sebagai ketua pemenangan tim umara.jika kita berfikir dengan akal sehat mana mungkin surat tanah masjid bisa kita gadaikan karena masjid sebagai fasilitas umum tempat beribadah kaum muslim. Mungkin mereka salah menduga,memang ada tanah saya yang kebetulan disebelah masjid,yang dibatasi dengan lorong jalan, dengan sertifikat no 01.08.19.07.1.00670 atas nama Nazaruddin Ib yang dikeluarkan oleh Badan Pertanhan Nasional Aceh timur. dan dulu saya beli rencananya untuk membuat balai pengajian pribadi yang dapat digunakan oleh masyarakat, mereka tidak mengatahui sertifikat masjid yang sebenarnya, dan sertifikat tersebut tersimpan di lemari arsip kantor keuchik

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.