Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SERUWAY -- President Direktur (Presdir) PT.Pertamina EP Nanang Abdul Manaf meresmikan rumah informasi Tuntong Laut di Kampung Pusung Kapal Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (25/10).

Program Rumah informasi Tuntong Laut (Batagur borneoensis) ini merupakan bentuk komitmen dan rangkaian keterlibatan PT.Pertamina EP dalam kegiatan konservasi Tuntong Laut, satwa asli Aceh Tamiang yang nyaris punah, sejak tahun 2013.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Presdir PT.Pertamina EP Nanang Abdul Manan yang turut didampingi oleh Dandim 0104 Atim Letkol Inf.M.Haris Isya Siregar dan Field Manager Pertamina EP Rantau Richard Muthalib serta Kepala BKSDA Aceh.

Presiden Direktur PT. Pertamina EP Nanang Abdul Manaf dalam kata sambutannya mengatakan peresmian Rumah Informasi Tuntong Laut ini merupakan suatu komitmen yang luhur dalam upaya perlindungan spesies tuntong laut yang saat ini sudah mengalami penurunan populasi dan hampir punah akibat kerusakan ekosistem mangrove yang menjadi habitatnya.

"Rumah Informasi Tuntong ini ditujukan sebagai sarana untuk memperoleh informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan konservasi Tuntong, dan juga sebagai wadah untuk meneliti lebih jauh tentang spesies yang hampir punah ini ," ungkapnya.

Pertamina EP, kata Nanang, dituntut untuk bisa menciptakan multiplier effect terhadap lingkungan sekitar operasinya, sehingga tercipta kemandirian masyarakat serta kelestarian lingkungan yang dapat menjadi salah satu warisan bagi anak-cucu kita di masa mendatang.

Atas nama Pertamina EP, kata Nanang, dirinya sangat mengapresiasi seluruh komitmen yang diberikan oleh masing-masing pihak, antara lain komitmen dari Yayasan Satucita Lestari Indonesia sebagai lembaga swadaya masyarakat satu-satunya yang bergerak di bidang pelestarian konservasi dan ekosistem tuntong laut di Kabupaten Aceh Tamiang, yang kemudian sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan masyarakat lokal yang pada awalnya memburu telur dan daging Tuntong Laut menjadi pejuang-pejuang yang menjaga kelestariannya.

"Upaya pelestarian spesies Tuntong Laut yang memiliki status sangat terancam punah (critically endangered) sudah masuk kedalam daftar merah IUCN beserta ekosistemnya. Dan ini merupakan tanggung jawab dan kewajiban bersama antara pemerintah, swasta dan masyarakat untuk memperbaikinya," kata Nanang.

Menurut Nanang, dalam rangka melestarikan spesies Tuntong Laut perlu dilakukan upaya-upaya pelestarian secara komprehensif, baik in-situ maupun ex-situ, antara lain berupa, pemantauan dan peningkatan populasi, pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan habitat, pemberdayaan masyarakat di sekitar habitat, pembangunan, perbaikan dan pengembangan fasilitas pendukung yang bersifat sementara atau permanen.

"Hal tersebut telah menjadi komitmen kami Pertamina EP yang sudah kami rencanakan dalam program kerja aspek pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati," kata Nanang.

Karena menurut Nanang, tantangan ke depan tidak semakin ringan, namun semakin padat modal dan padat risiko. Dibutuhkan ketekunan dan keuletan dari semua pihak yang terlibat, sehingga cita-cita kita semua untuk mewariskan Tuntong Laut kepada anak-cucu kita di masa mendatang dapat terlaksana

Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Dandim 0104 Atim Letkol Inf. Amril Haris Isya Siregar, FM Pertamina EP Rantau Richad Muthalib, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Aceh Tamiang, rombongan PT. Pertamina EP pusat, Camat Kecamatan Seruway, Danramil Seruway, Datok Penghulu Kampung Pusung Kapal dan undangan lainnya. [] TN-W004

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.