Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SERUWAY -- Tuntong Laut (Batagor Borneoensis) merupakan suatu spesies tuntong laut yang saat ini sudah mengalami penurunan populasi dan hampir punah akibat kerusakan ekosistem mangrove yang menjadi habitatnya, sehingga perlu upaya pencegahan, penanggulangan, dan pembatasan kerusakan yang disebabkan oleh manusia, alam, spesies invasif, hama dan penyakit.

Hal itu di ungkapkan President Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf pada peresmian Rumah informasi Tuntong Laut di Desa Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (25/10).

"Program konservasi Tuntong laut ini merupakan wujud keberhasilan lintas instansi dan masyarakat, yaitu antara Pertamina EP, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dalam hal ini diwakili BKSDA, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI) yang merupakan lembaga yang memiliki kepedulian di bidang lingkungan hidup, dan juga masyarakat Pusung Kapal yang telah menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan dan kelestarian Tuntong Laut", ungkapnya.

 

Nanang menambahkan Rumah Informasi Tuntong ini ditujukan sebagai sarana untuk memperoleh informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan konservasi Tuntong, dan juga sebagai wadah untuk meneliti lebih jauh tentang spesies yang hampir punah ini.

"Atas nama Pertamina EP saya sangat mengapresiasi seluruh komitmen yang diberikan oleh masing-masing pihak, antara lain komitmen dari Yaysaan Satucita Lestari Indonesia sebagai lembaga swadaya masyarakat satu-satunya yang bergerak di bidang pelestarian konservasi dan ekosistem tuntong laut di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh yang kemudian sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan masyarakat lokal yang pada awalnya memburu telur dan daging Tuntong Laut menjadi pejuang-pejuang yang menjaga kelestariannya", harapnya.

Komitmen lainnya sambung Nanang juga diwujudkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dengan terbitnya Qanun No. 3 Tahun 2016 tentang Perlindungan Spesies Tuntong Laut yang begitu kami dukung agar kedepannya dapat menjadi landasan daerah-daerah lainnya untuk menetapkan peraturan-peraturan sejenis dan terima kasih kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh yang dari awal sudah sangat men-support niat kami semua untuk bersama-sama melestarikan Tuntong Laut di bumi Serambi Mekah, Aceh.

"Upaya pelestarian spesies Tuntong Laut yang memiliki status sangat terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah IUCN beserta ekosistemnya merupakan tanggung jawab dan kewajiban bersama antara Pemerintah, Swasta dan Masyarakat", jelasnya.

Menurutnya dalam rangka melestarikan spesies Tuntong Laut perlu dilakukan upaya-upaya pelestarian secara komprehensif, baik in-situ maupun ex-situ, antara lain berupa : pemantauan/monitoring dan peningkatan populasi, pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan habitat, pemberdayaan masyarakat di sekitar habitat, pembangunan, perbaikan dan pengembangan fasilitas pendukung yang bersifat sementara atau permanen. "Dalam hal ini menjadi komitmen kami Pertamina EP yang sudah kami rencanakan dalam Program Kerja aspek pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati" terangnya mengakhiri.

Acara peresmian rumah informasi tuntong laut tersebut diresmikan langsung oleh President Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf dan dihadirin Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar SE, Field Manager PEP Rantau Field Richard Muthalib, Kepala BKSDA Aceh, Sapto Adi Pranowo, Kepala BLHK Aceh Tamiang, Samsul Rizal, Kepala Dinas Kelautan Aceh Tamiang, Fuadi serta jajaran Muspika Kecamatan Seruway, para perangkat kampung dan sseluruh masyarakat setempat. [] TN-Wawan

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.