Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Aceh Tamiang meminta aparat penegak hukum seperti Kepolisian Resort (Polres) Aceh Tamiang dan Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana kelompok simpan pinjam perempuan (KSPP) senilai 2,3 Miliar pada Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang.

Berdasarkan hasil rapat internal yang dilaksanakan tim Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Bandar Pusaka tanggal 02 November 2016 dan surat Camat Kecamatan Bandar Pusaka Nomor 900/040 tanggal 02 Febuari 2017 kepada Bupati Aceh Tamiang, telah terungkap adanya dugaan penyalahgunaan keuangan UPK Kecamatan Bandar Pusaka sebesar Rp 2,3 Miliar.

Hal itu membuktikan adanya dugaan kerugian keuangan negara. "Jangan dibiarkan begitu saja koruptor menggorogoti uang negara karena sangat berbahaya.

Imbas negatifnya, program simpan pinjam kecamatan Bandar Pusaka tidak berjalan dan akhirnya rakyat juga yang rugi dan sengsara,” ungkap Ketua DPC Pospera Aceh Tamiang Zikrillah melalui Siaran Press yang diterima TamiangNews, Kamis (19/10).

Menurutnya, dengan ada kasus tersebut, program simpan di kecamatan bandar pusaka tidak dapat digulirkan lagi sejak bulan November 2016 dan hal ini sangat merugikan masyarakat di kecamatan tersebut.

Pihaknya berharap kepada pihak aparat penegak hukum untuk segera mengusut ketidak beresan dan praktik culas yang terjadi dalam pengelolaan dana UPK Kecamatan Bandar Pusaka.

"Sejak tahun 2016, tidak ada titik terang terkait penyelesain persoalan ini. Kalau dibiarkan berlarut-larut tanpa proses hukum, ini akan berdampak dengan tidak berjalanya program pada UPK di kecamatan tersebut dan tidak bergulirnya program simpan pinjam, yang pada akhirnya masyarakat juga yang di rugikan ," ungkap Zikrillah. [] TN-W004

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.