Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, IDI RAYEUK -- Perambahan hutan tidak pernah berakhir meski diketahui hutan itu ada warisan untuk anak cucu kita, namun itu tidak menyurutkan niat para pembalakan hutan dikawasan hutan yang menjadi paru parunya dunia, aksi ilegal logging diduga milik simata simata sipit terus melakukan aksinya secara membabi-buta walaupun aparat kepolisian terus melakukan penangkapan itu hanya dianggap angin lalu.

Hal itu terbukti dengan dilakukannya penangkapan oleh satuan Reskrim Kepolisian Resor Aceh Timur yang berhasil menyita 233 batang kayu gelondongan berbagai jenis yang diduga hasil pembalakan liar dikawasan hutan yang tidak sesuai dengan ijin pemanfaatan hutan atau tanpa memiliki ijin yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.

Demikian dikatakan Wakapolres Aceh Timur, Kompol Apriadi saat menggelar Press Rilis, Selasa 10-10-2017 kepada sejumlah awak media di Mapolres setempat.

Pengungkapan temuan kayu bulat yang diduga hasil illegal logging ini bermula dari informasi yang disampaikan oleh masyarakat dengan mengatakan adanya kegiatan pembalakan liar di hutan kawasan Simpang Jernih yang diseludupkan melalui perairan sungai Tamiang, Ungkap Wakapolres.

Menanggapi laporan itu, pihaknya menerjunkan anggota Opsnal Satuan Reserse Kriminal kelokasi, ditempat kejadian perkara satuannya itu berhasil mengamankan 233 batang log kayu atau setara 21 ton, pada Senin 25-09- 2017 lalu.

Selanjutnya jelas Wakapolres, dari penyitaan kayu bulat tersebut baru seorang saksi yang dimintai keterangan.
Menurut dari keterangan saksi bahwa kayu tersebut milik ABD (50) warga Simpang Jernih, meskipun demikian kami terus melakukan pendalaman terkait kegiatan pembalakan liar tersebut. [] TN-W007

Teks foto : Ratusan batang kayu bulat disita diduga hasil pembalakan liar. (Saiful Alam/Dok TamiangNews.com)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.