TamiangNews.com, KARANG BARU -- Penertiban Kota Kualasimpang, Peningkatan Displin PNS, Pembangunan Mesjid Agung dan Pelaksanaan Pembangunan Jalan Elak merupakan langkah prioritas bagi pasangan H. Mursil dan T. Insyafuddin yang akan dilantik pada tanggal 29 Desember 2017 mendatang.

Langkah prioritas tersebut diungkapkan oleh H. Mursil dan T. Insyafuddin berserta timnya saat menyambangi serta ngopi bareng bersama sejumlah awak media di Conner Coffe Karang Baru, Selasa (24/10).

Mursil mengatakan kesemerawutan Kota Kualasimpang saat ini perlu dilakukan penertiban yang melibatkan semua pihak. "Kota Kualasimpang merupakan kota sejarah yang perlu dilakukan penertiban. Upaya penertiban tersebut, perlu dilibatkan semua pihak, Polri, TNI, Intansi terkait dan yang pasti keterlibatan pemilik toko sepanjang jalan utama" ungkap Mursil.

Mursil menyadari upaya yang akan dilakukan tersebut tidak akan berhasil ketika pemilik toko tidak mematuhi aturan yang berlaku yang selama ini pemilik toko menggunakan ruas jalan sebagai tempat usaha (bengkel_red) serta parkir kendaraan.

Kemudian sambung Mursil untuk pelayanan publik perlu dilakukan peningkatan displin bagi PNS yang saat ini sangat terkesan PNS dilingkungan Pemkab Aceh Tamiang kendur" Pelayanan publik bagi masyarakat kita perlu ditingkatkan, dengan pelayanan publik yang memuaskan bagi masyarakat merupakan barometer keberhasilan bagi PNS. Jadi PNS kita harus berkerja tepat waktu bukan selalu molor", jelasnya sembari menambahkan pembangunan Mesjid Agung Aceh Tamiang juga sebagai langkah prioritas.

Disamping itu juga sambung Mursil langkah prioritas yang perlu juga dilakukan adalah pelaksanaan pembangunan jalan elak yang selama ini tertunda pelaksanaannya.

Mursil menggatakan APBK kita tahun ini sudah mengganggarkan 7 M untuk ganti rugi lahan. " Kita tidak tahu jelas kenapa anggaran senilai 7 M tersebut tidak terealisasi, sehingga pelaksanaan pembangunan jalan elak tersebut tertunda pembangunannya dari propinsi" ungkapnya.

Sementara itu upaya yang dilakukan untuk peningkatan ekonomi masyarakat petani akan dilakukan pembinaan para petani dengan melibatkan petugas penyuluhan secara maksimal. " Dalam waktu dekat ini di kawasan Tanjung Gelumpang Kecamatan Sekerak akan dibangun pabrik karet. Dan saat ini perusahaan tersebut sudah memiliki kebun karet. Dengan adanya pabrik tersebut akan menampung hasil karet masyarakat di sekilingnya. Pabrik (pengusaha-red) bersedia membina petani karet kita sehingga dengan pembinaan yang dilakukan maka kualitas mutu karet kita akan baik dan secara otomatis nilai jualnya akan menjadi duakali lipat harganya", sebut Mursil.

Disinggung tentang beasiswa yang selama ini tidak ada lagi dianggarkan oleh pemerintah Aceh Tamiang, Mursil dengan menjawab dengan senyum " Biaya Siswa perlu ada kebijakan, dan kebijakan itu perlu pemimpin yang cerdas. Pemerintahan Aceh akan memplotkan anggaran pendidikan untuk semua kabupaten, jadi biaya siswa perlu pemimpin yang ceras cerdas untuk mengambil kebijakan" ungkapnya mengakhiri. [] TN-Wawan

Comments
3 Comments

Posting Komentar

  1. Pak Mursil yang terhormat, mohon juga lanjutkan pengaspalan jalan di Kecamatan Tenggulun yang saat ini terhenti, dan penertiban praktek pertambangan Liar yang terjadi di Kecamatan Tenggulun yang merugikan masyarakat. Serta diberi sanksi kepada mereka yang terlibat memback up tambang ilegal tsb. Terimakasih

    BalasHapus
  2. beasiswa, bukan biaya siswa

    BalasHapus
  3. Bea itu ya biaya, nggak,salah juga disebut biaya siswa. Program prioritas yg sangat ditunggu masyarakat, mudah2an dapat terselesaikan selama kepemimpinan pak h mursidan tengku insyafuddin........ mari kita mohonkzn bersama kepadaNya......... aamiin

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.