Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Masih ada masyarakat Kota Langsa yang bertanya-tanya tentang issu sertifikat tanah mesjid yang digadaikan oleh salah satu pasangan peserta pilkada Kota Langsa beberapa waktu yang lalu.

Beberapa orang pegawai yang sempat ditemui media ini di sejumlah kantor dinas Rabu (11/10), para pegawai tersebut masih kasak-kusuk memperbincangkan terkait dengan pemberitaan di sejumlah media online dan media cetak yang memuat issu lahan masjid di gadaikan untuk kepentingan kampanye.

Sejumlah pegawai juga yang enggan namanya dipublis mengungkapkan, "bila memang berita itu benar, itu perbuatan yang salah dan menyesatkan, sudah tahu itu rumah Allah untuk ibadah dipermainkan ini akan mendapat azab serta karma dari Allah SWT, politik ya politik tetapi janganlah menghalalkan segala cara, sampai-sampai rumah ibadah digadai", ungkapnya.

"Namun demikian apa pun ceritanya pasangan Umara sudah terpilih dan menang juga sudah dilantik hari ini, oleh karena kami pegawai biasa pegawai rendahan apapun beritanya yang penting saya bekerja," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berawal permasalahan hutang piutang tim pemenangan pasangan Umara pasca Pilkada 2017-2022 dengan Rizki Romiza
mengharapkan hutang piutang sebesar Rp 450 juta itu dapat segera diselesaikan.

Sementara itu Geuchik Gampong Matang Seulimeng Jufri Isnaini yang telah mengklarifikasi kepada sejumlah media massa baik online maupun media cetak, dan dirinya juga membantah dan menyatakan bahwa surat lahan mesjid Matang Seulimeng tidak digadaikan, dan dikatakan masih tersimpan rapi di Kantor Geuchik, justru menimbulkan berbagai penafsiran dan pertanyaan oleh sejumlah kalangan masyarakat dikota Langsa.

Seperti yang disampaikan oleh Abdul Samad yang akrab disapa Somad warga Kota Langsa yang juga masih penasaran dan merasa keheranan. "Apakah mungkin surat tanah yang dibangun mesjid tersebut bukan tanah hibah, kok suratnya ada di kantor Geuchik mengapa bukan di Kandepag?, tanya Somad di sebuah warung kopi kepada rekannya, Selasa (10/10). [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.