Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SURABAYA -- Lepas dari kandang buaya, masuk ke kandang macan. Istilah itulah yang dialami oleh Abdul Rahman, 27, dan Safii, 27. Meski kedua pria yang masing-masing tinggal di Jalan Tambak Pring 2 dan Jalan Tambak Pring Timur I/25 ini berhasil lolos dari kejaran warga, namun mereka malah masuk ke rumah anggota polisi.

Mereka dikejar warga setelah kedapatan merampas hanphone (HP) milik Hanifah,41, warga Pondok Benowo Indah yang tidak lain adalah driver ojek online.

Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana menjelaskan keduanya diamankan pada Senin (23/10). Mereka ditangkap setelah melakukan perampasan hp milik driver ojek online wanita di Jalan Tanjungsari dekat pasar loak, Surabaya.

“Saat itu, kedua tersangka melihat hp korban yang diletakkan di dashboard motor,” ungkapnya, Kompol Juliana, Kamis (26/10).

Setelah itu, Rahman dan Safii yang berboncengan sepeda motor Vario dengan nopol L 6073 ZI lantas mengikuti korban. Posisinya, Rahman sebagai joki sedangkan Safii yang berada di belakang menjadi eksekutor. Kemudian saat berada di Jalan Tanjungsari mereka beraksi.

“Keduanya memepet motor korban dari arah kiri kemudian mengambil hp yang diletakkan di dashboard motor korban,” lanjut Juliana.

Setelah mengambil HP tersebut, keduanya lantas tancap gas. Namun korban yang sadar menjadi korban perampasan tak menyerah. Dia mengejar dua pelaku tersebut hingga di kawasan Jalan Tembok dan Jalan Demak. Pengejaran tersebut disertai teriakan korban.

“Warga yang mendengar hal itu, lantas ikut mengejar tersangka,” jelasnya.

Karena panik banyak warga yang menghadang, mereka lantas turun dari motor dan lari kalang kabut. Wargapun mengejarnya. Salah satu tersangka yakni Safii tertangkap, sementara Rahman berhasil bersembunyi di salah seorang warga.

“Ternyata rumah yang digunakan bersembunyi tersebut adalah rumah dari salah satu anggota tim anti bandit. Iapun segera diamankan dari amukan massa,” terang mantan kapolsek Krembangan ini.

Sementara itu, kepada polisi Rahman mengaku baru sekali melakukan aksinya. Saat itupun ia tak berniat atau merencakan melakukan perampasan tersebut. Dia hanya tergoda ketika melihat hp korban yang diletakkan di dashboard motor tersebut.

“Waktu itu, kami sedang mengisi bensin dan melihat hp korban. Kamipun mengukti korban dan melakukan perampasan tersebut,” ungkap pria penjual karpet ini.

Dia mengatakan, rencananya jika berhasil ia akan menjual hp tersebut dan uangnya dibagi berdua. Rahman memang nekat beraksi lantaran butuh uang untuk membeli burung dara balap untuk lomba ataupun ikut serta dalam arena judi.

“ Rencananya buat tambahan membeli burung dara tersebut. Sebab harganya agak mahal,” terangnya. [] jawapost.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.