Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SABANG -- Limbah pengeboran panas bumi yang berada kawasan gunung Api Jaboi telah menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat setempat.

Berdasarkan laporan dari beberapa warga kepada para tokoh masyarakat, bahwa limbah dari Geothermal di Desa Jaboi Kecamatan Suka Jaya Kota Sabang Provinsi Aceh diduga kuat telah mencemari lingkungan. Dan menyebabkan masyarakat menderita gatal-gatal juga serangan penyakit kulit. Pasalnya masyarakat memanfaatkan air untuk keperluan sehari hari (juga untuk mandi) dari sungai Alur Ie Masam. Demikian tulis tokoh masyarakat Jaboi via WhatsApp pada media ini Senin (23/10) malam.

Lanjutnya, menindak lanjuti laporan warga, sejumlah tokoh masyarakat serta pemuda menelusuri penyebabnya. Setelah ditelusuri lebih lanjut oleh para tokoh, ternyata memang benar telah terjadi perubahan warna dan rasa air yang mengalir di sungai tersebut. Rasa yang biasanya "asam" sekarang berubah menjadi "asin" serta ekosistem yang ada di aliran sungai sekarang menjadi rusak/punah/mati (udang, ikan dan tumbuhan).

Sambungnya, setelah melihat fakta di lapangan, pada Jumat tanggal 20 Oktober 2017 sekitar pukul 02.00 dinihari, para tokoh mencoba menelusuri penyebab hal ini terjadi dengan cara mengikuti alur sungai hingga ke hulu dan ditemukanlah sebuah fakta bahwa pihak pelaksana pengeboran Geotherma yang berasal dari sumur Geothermal mengarahkan intalasi pembuangan limbah ke aliran sungai yang mengalir ke perkampungan masyarakat dan air tersebut selalu dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh warga.

"Dari penelusuran tersebut juga didapatkan informasi bahwa pembuangan limbah dilakukan pada malam pada saat masyarakat sedang tidak beraktifitas, sehingga bila para tokoh tidak menelusuri pada malam hari/dinihari maka hal ini tidak akan diketahui".

Masyarakat dan tokoh sudah duduk bersama dan fakta menunjukkan bahwa kondisi ini sangat berbahaya dan sudah membuat masyarakat menjadi korban.

"Kami selaku masyarakat sangat berharap agar pihak pelaksana proyek ini bisa bertanggung jawab penuh atas kondisi ini, dan kepada para pihak terkait, dan Pemkot Sabang untuk bisa mengambil tindakan konkrit kepada pihak pelaksana untuk menyelesaikan musibah ini."

Mereka juga menyatakan, pada masa sosialisasi oleh pelaksana kepada masyarakat Jaboi (tanggal 21 April 2017), kami sudah mewanti wanti pihak pelaksana tentang masalah limbah ini dan pada saat itu pihak pelaksana menjamin bahwa hal ini tidak akan terjadi dan seandainya pun terjadi, maka akan diberikan kompensasi kepada masyarakat. dan sekarang musibah ini telah terjadi namun tidak ada tindakan apapun yang dilakukan oleh pihak pelaksana.

Pada prinsipnya masyarakat Jaboi sangat mendukung proyek ini dan juga program program lain yang sedang pemerintah rencanakan demi masyarakat Sabang namun tetap dgn mengutamakan dan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut Tokoh masyarakat Jaboi yang berada dalam kawasan proyek Geothermal meminta kepada perusahan untuk segera memerhatikan intalasi limbah, jangan membuang limbah secara terbuka ke alam bebas, hal ini sangat berbahaya terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitarnya,tutupnya. [] TN-Roby Sinaga

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.