Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LAS VEGAS -- Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) tengah menginterogasi Marilou Danley, kekasih penembak brutal Las Vegas. Kepada FBI, Danley mengaku tidak tahu-menahu soal rencana keji pelaku, Stephen Paddock.

Danley sedang berada di Filipina untuk mengunjungi keluarganya, saat Paddock (64) melakukan penembakan brutal yang menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 500 orang lainnya pada Minggu (1/10) malam waktu setempat. Danley merupakan warga negara Australia kelahiran Filipina.

Dia bersedia pulang ke AS pada Selasa (3/10) malam waktu Filipina, setelah berkomunikasi dengan FBI yang mencarinya. Otoritas AS perlu menanyai Danley untuk mencari tahu motif penembakan yang dilakukan Paddock. Danley diketahui tinggal serumah dengan Paddock di Mesquite, Nevada.

"Dia (Paddock-red) tidak pernah mengatakan apapun kepada saya atau melakukan tindakan yang saya pahami sebagai peringatan bahwa sesuatu mengerikan seperti ini akan terjadi," ujar Danley dalam pernyataan tertulis yang dibacakan pengacaranya di hadapan wartawan di Los Angeles, seperti dilansir Reuters, Kamis (5/10/2017).

Danley mendarat di Bandara Internasional Los Angeles (LAX) pada Selasa (3/10) malam waktu AS, dengan pesawat Philippine Airlines. Begitu mendarat, Danley langsung ditemui oleh agen FBI yang akan menanyainya di Los Angeles.

"Saya mengenal Stephen Paddock sebagai pria yang baik, perhatian dan pendiam. Saya mencintainya dan mengharapkan masa depan yang tenang bersamanya," imbuh Danley.

"Tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa dia merencanakan kekerasan terhadap semua orang," ucap wanita berumur 62 tahun itu.

Pengacara Danley, Matt Lombard, menyebut kliennya 'bekerja sama secara penuh' dalam penyelidikan. Danley secara sukarela terbang kembali ke AS karena ingin membersihkan namanya yang selalu dikaitkan dengan penembakan massal ini.

"Karena saya tahu FBI dan Kepolisian Las Vegas ingin berbicara dengan saya dan saya ingin berbicara dengan mereka," ucap Danley seperti dikutip pengacaranya.

Paddock ditemukan sudah tak bernyawa saat polisi mendobrak masuk ke dalam kamar hotel yang ditempatinya. Ditemukan luka tembak di tubuhnya sehingga diduga kuat dia menembak dirinya sendiri sebelum polisi masuk.

Paddock melepas tembakan secara membabi-buta dari jendela kamar hotelnya di lantai 32, tempatnya menginap di Mandalay Bay. Polisi menemukan 23 senjata api di dalam kamar hotel tersebut. Sekitar 12 senapan di antaranya telah dimodifikasi dengan dipasangi 'bump-fire stock' yang memungkinkan Paddock melepas tembakan lebih cepat, mirip seperti menggunakan senapan otomatis.

Ditambah temuan di rumahnya di Mesquite dan di sebuah properti miliknya di Reno, total nyaris 50 pucuk senjata api milik Paddock yang disita polisi. Semuanya dilaporkan didapatkan Paddock secara legal. [] detik.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.