Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU – Abdullah warga Kampung Tanjung Seumantoh Kecamatan Karang Baru yang hidup dengan sepetak rumah dengan kondisi seadanya.

Lelaki berusia 26 tahun ini hidup dengan satu istri Dwi Lestari dan satu anak, Abdullah atau biasa disapa Adol bekerja sehari-hari sebagai pengantar air minum ke rumah-rumah warga yang ada di Kampung Seumantoh dan sekitarnya, dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan mereka terpaksa harus tinggal di sepetak rumah berukuran 4x4 meter yang terletak dipinggir Sungai Tamiang.

Terlihat kondisi rumahnya, dimana dinding ditempel-tempel, atap yang bocor serta lantai yang beralaskan tanah membuat lengkap penderitaan keadaan Abdullah dan keluarga.

Abdullah dan istri Dwi Lestari yang ditemui TamiangNews.com Senin (16/10) di kediamannya mengisahkan tentang kondisi yang dijalaninya selama ini.

“Inilah kondisi kediaman kami, meski apa adanya inilah yang Allah kasih, walaupun kami merasa kurang nyaman. Karena hujan sudah pasti bocor dan di dalam rumah sudah pasti becek karena lantainya tanah”, ungkap Abdullah.

Kegelisahan ini juga disampaikan istrinya Dwi Lestari, “jangankan mau bangun rumah, makan saja kami apa adanya”, imbuh Dwi Lestari dengan nada sedih.

Informasi yang dihimpun TamiangNews.com, rumah Abdullah sudah berapa kali diusulkan ke pihak kampung untuk diajukan pembangunannya ke Pemkab Aceh Tamiang, akan tetapi belum ada realisasi sampai hari ini. []TN-W012

 

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.