Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SURAT PEMBACA -- PKS Tanjung Seumantoh dibangun pada tahun 1978 dan mulai beroperasi pada tahun 1980. Pabrik yang kredibilitasnya perusahan berplat merah tersebut berdiri diantara enam Kampung Tanjung Kampung Simpang empat, Upah, Tanjung Seumantoh, Paya Awe dan Kebun Tj. Seumantoh. Keberadaan pabrik tersebut pada awalnya sangat peduli terhadap masyarakat di keenam kampung tersebut, namun seiring berjalannya waktu hal tersebut lambat laun terkikis dengan sendirinya.

Pada awal-awal setelah demo perusahaan sangat memperhatikan masyarakat, baik masalah sosial maupun masalah-masalah lainnya, contohnya jika ada seseorang masyarakat yang meninggal dunia pihak perusahaan yang dimotori oleh manajer tetap berkunjung ke rumah duka dengan memberikan bantuan.

Hari demi hari hal tersebut mulai hilang, ini terlihat dari tingkat kepeduliannya bahkan bisa dikatakan tidak adil dan terkesan dipilih-pilih ada yang dikunjungi dan ada pula yang tidak dikunjungi, salah satu contohnya Kampung Paya Awe yang sama sekali tidak pernah dikunjungi oleh pihak perusahaan. Jangankan kunjungan dan bantuan orang meninggal, Kampung mengajukan proposal saja sampai saat ini tidak terealisasi seharusnya hal ini menjadi perhatian APU untuk menghandle semua keperluan yang diajukan oleh masyarakat.

Hal ini sangat sangat disayangkan bahkan saat ini masyarakat pun tidak mengetahui dan mengenal pimpinan pabrik PKS tersebut. Malah masyarakat lebih mengenal saudara Tukiman karena beliaulah yang sering berkunjung ke kampung-kampung serta mengunjungi para tokoh masyarakat.

Dan melalui beliaulah masyarakat menyampaikan permasalahan yang berkembang di masyarakat dan sampai saat ini sosok seperti beliau dan yang saya salut terhadap saudara Tukiman Is ialah beliau orang sangat suka bergaul mulai dari kalangan bawah sampai di kalangan atas.

Sayang Memang perusahaan tidak mengkaderkan sosok seperti beliau bekerja tanpa pamrih tanpa mengenal lelah demi perusahaan. Dan di masa beliau pula Datuk penghulu tidak pernah datang ke kantor untuk mengambil honornya akan tetapi diantar ke rumah ataupun ke kantor hal ini dilakukan untuk menghormati para Datok Penghulu.

Dan saat ini beliau tidak mengurusi bidang tersebut kepala desa terpaksa datang ke kantor untuk mengambil honornya. Hal ini menjadi keluhan bagi para Datok Penghulu. [] Foto : Ilustrasi

* Nama dan alamat berserta identitas penulis/pengirim ada pada Redaksi.

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.