Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, TEKNOLOGI -- Seorang insinyur Jepang, Atsushi Shimizu, berhasil membuat turbin bertenaga topan pertama di dunia. Turbin berbentuk seperti pengocok telur ini tak hanya dirancang untuk menahan kekuatan luar biasa dari siklon tropis, tetapi juga memanfaatkan energi kekuatan angin tersebut.

Turbin bertenaga topan tersebut memiliki potensi energi yang besar. Dikutip dari National Geographic, Jumat (7/10/2016), Atsushi memaparkan, dari satu angin topan, serangkaian pembangkit listriknya dapat menjadi sumber energi Jepang untuk 50 tahun.

Terlebih, Jepang berada di wilayah yang sering diterpa angin topan. Pada 2016 lalu, setidaknya ada enam topan yang melanda Negeri Sakura ini.

“Harus diakui, Jepang memiliki lebih banyak tenaga angin ketimbang surya, hanya saja belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, Jepang berpotensi jadi negara adidaya angin,” ujar Atsushi.

Memang, saat ini, Pemerintah Jepang terus mencari sumber energi baru. Sebab, sejak terjadinya tsunami pada 11 Maret 2011 yang menghancurkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima, Jepang mengalami krisis energi.

Selain mencari sumber alternatif baru, berbagai kebijakan juga dicanangkan oleh Pemerintah Jepang guna mengefisiensi penggunaan energi.

Masih dilaporkan National Geographic, Sabtu (10/10/2013), Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ryu Matsumoto meluncurkan kampanye kebijakan Super Cool Biz.

Di sini, Jepang membebaskan karyawan kantoran untuk berpakaian kasual. Tak perlu lagi kemeja dan dasi. Asyiknya lagi, mereka juga diperbolehkan bekerja dari rumah.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang dicanangkan Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Yuriko Koike, pada 2005 lalu.

Yuriko mengimbau agar perusahaan dan kantor pemerintahan mengurangi pemakaian listrik dengan cara menaikkan suhu pendingin udara (AC) hingga 28 persen. Nah, sebagai gantinya, karyawan boleh menggunakan pakaian kasual agar tidak merasa kegerahan.

Hasilnya jangan ditanya. Jepang berhasil mengurangi konsumsi listrik perusahaan hingga 15 sampai 20 persen. Emisi karbon dioksida (CO2) juga berkurang drastis.

Dalam satu tahun, emisi CO2 Jepang berkurang hingga 1,14 juta ton. Angka ini setara dengan jumlah emisi yang dikeluarkan oleh 2,5 juta rumah tangga per bulan, lho.

Begitulah Jepang. Berbagai cara dan inovasi terus dikembangkan negara itu sebagai langkah penghematan energi, termasuk mengembangkan produk-produk rumah tangga yang efisien dari berbagai sisi, seperti hemat energi dan hemat biaya.

Indonesia juga bisa mengikuti jejaknya. Tak perlu berpikir jauh, penghematan energi sebenarnya bisa dilakukan oleh kita sebagai masyarakat. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah memulainya dari penghematan listrik di rumah.

Bagaimana caranya?

Jika semua rumah tangga bisa menerapkan prinsip hemat energi, niscaya efisiensi energi listrik di Indonesia bisa tercapai.

Ada banyak cara untuk bisa menghemat energi listrik di rumah. Sebagai contoh, Anda bisa mengurangi pemakaian listrik untuk hal yang tidak perlu, seperti mematikan lampu saat ruangan kosong.

Perhatikan pula dekorasi rumah Anda. Sebab, rumah dengan pencahayaan yang tepat dan sirkulasi udara yang baik akan mengurangi penggunaan lampu dan pendingin udara. Di samping itu, pilih peralatan rumah tangga yang hemat energi.

Saat ini ada beragam inovasi teknologi yang sudah bisa mendukung hal tersebut. Hal itu tak lain juga karena banyak produk rumah tangga asal Jepang yang sudah masuk ke Indonesia. Contoh saja AQUA Japan.

Berbagai produk peralatan rumah tangga buatan AQUA Japan ini dirancang untuk memahami kebutuhan kaum urban (#KnowYouBetter) yang memerlukan efisiensi dari berbagai sisi, seperti efisiensi harga, desain, juga energi.

Misalnya saja kulkas empat pintu (multi-door) AQR-IG525 dari AQUA Japan yang menggunakan teknologi inventer sehingga konsumsi energi jadi lebih rendah.
Ditambah dengan lampu LED yang inovatif di dalamnya. Seperti diketahui, sekalipun hemat energi, lampu LED tetap memberikan pencahayaan yang terang daripada lampu bohlam.

Dengan begitu, kita sebagai bagian dari masyarakat pun bisa ikut andil menghemat pemakaian energi demi masa depan Indonesia yang lebih baik. [] kompas, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.