Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Sejumlah guru bakti di daerah pedalaman Kabupaten Aceh Tamiang mengharapkan perhatian pemerintahan setempat untuk di angkat menjadi Pegawai Daerah dengan Perjanjian Kerja (PDPK). Pasalnya mereka sudah mengabdi (Bakti-red) selama tujuh tahun. Hal itu disampaikan oleh salah satu guru bakti Sekolah Dasar Baling Karang Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang, Rodhiah, Rabu (18/10) di Karang Baru.

Rodhiah sangat berharap adanya pengangkatan dari guru bakti di daerah terpencil untuk di angkat menjadi Pengawai Daerah dengan Perjanjian Kerja (PDPK) Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun ini. "Bapak Bupati melalui Dinas Pendidikan agar dapat melakukan verifikasi ulang data guru bakti di Aceh Tamiang untuk di angkat menjadi PDPK tahun ini", pinta Rodhiah.

Menurut Rodhiah, semua guru bakti di Aceh Tamiang mempunyai hak untuk di angkat menjadi PDPK sesuai dengan kemampuan daerah untuk membayarnya. Namun semua itu juga harus sesuai dengan kenyataan dilapangan. " Untuk itu pihak Dinas Pendidikan harus melakukan verifikasi data guru bakti agar tidak ada salah angkat menjadi PDPK. Apalagi kami di daerah pedalaman yang jauh sekali dari Kota" jelasnya.

Rodhiah juga meminta perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Tamiang untuk dapat mengawal serta melakukan verifikasi ulang terhadap sejumlah nama yang diusulkan untuk di angkat menjadi PDPK tahun ini.

Menurut Rodhiah, guru bakti yang mengajar di SD Baling Karang semuanya ada lima orang diantaranya Wartini, Suhada, Mardiah dan Ariyansyah dan semua sudah lama bakti yaitu mulai tahun 2010 hingga sekarang. " Kami semua putra putri daerah diseputaran kawasan SD Baling Karang" ungkapnya seraya mengharapkan tahun ini ada pengangkatan untuk menjadi PDPK.

Menyikapi harapan guru bakti tersebut Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Juanda menilai Kepala Daerah (Bupati-Red) dan Dinas terkait tidak serius dan tidak benar benar mempertimbangkan kenyataan dilapangan. Menurutnya beberapa bulan lalu ada info pengangkatan tenaga PDPK oleh Bupati yang dipekirakan 100 orang lebih. " Tapi tenaga bakti yang sudah belasan tahun mengabdi tidak diperioritaskan. Ini ada apa? kami sudah sering mengingatkan kepada Bupati agar benar2 diakomodir guru - guru yang sudah lama bakti" tegas Juanda. [] Wawan

 

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.