Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Geuchik Gampong Matang Seulimeng Kota Langsa Jufri Isnaini, Senin (09/10) membantah sertifikat tanah mesjid telah digadai untuk kampanye Umara beberapa waktu yang lalu.

Tidak benar Tanah Masjid Taqwa Gampong Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat Pemko Langsa telah di Gadai, sampai saat ini Sertifikat Lahan Masjid masih tersimpan rapi di Kantor Geuchik. Demikian dikatakan oleh Geuchik Gampong Matang Seulimeng Jufri Isnaini didampingi Imam Chik dan para Tuha Peut, mengklarifikasi terkait informasi yang beredar disejumlah media, baik media cetak maupun media On-line.

Sertifikat Masjid Taqwa sebelumya ada dua lahan, jelas Geuchik, lahan pertama yang di atasnya ada bangunan Masjid, sedangkan lahan kedua tanah kosong yang terletak di luar pagar masjid, ucapnya kepada wartawan, Senin (09/10).

Dijelaskan Jufri Isnaini, tanah itu dibeli oleh Panitia Masjid seharga Rp140 juta, seiring berjalan waktu tanah tersebut bedasarkan musyawarah gampong demi pembangunan masjid tanah itu dijual kepada Nazaruddin Ibrahim (Nazar Kuba) dengan harga RP.150 juta pada tahun 2016.

Sertifikat lahan yang ada bangunan masjid tidak pernah keluar dari kantor geuchik hingga saat ini. Tidak benar jika sudah digadaikan oleh Tim Pemenangan UMARA atau pasangan Walikota Langsa Usman Abdullah dan Marzuki Hamid MM pada Pilkada 2017-2022.

Lebih lanjut dijelaskan Geuchik, tanah yang berada di luar pagar masjid yang dibeli oleh panitia masjid untuk perluasan areal masjid, seiring waktu berjalan tanah tersebut bedasarkan musyawarah gampong tanah itu dijual kepada Nazaruddin Ibrahim (Nazar Kuba) dan sudah sah menjadi hak milik Nazaruddin Ibrahim, papar Geuchik.

Menurutnya, mungkin tanah milik Nazaruddin yang telah digadaikan karena sebelumnya tanah itu milik masjid. Diduga tanah tersebutlah yang telah dibeli oleh Nazaruddin yang digadaikan kepada Ibu Igan di Medan, ungkapnya.

Sementra Rizki Romiza ketika dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, "saya sangat kesal dengan yang bersangkutan yaitu AA karena belum membayar utang saya‎ hingga hari ini.

Karena sebelumnya, saya sudah melakukan upaya persuasif dengan cara kekeluargaan baik dengan AA (WK), NI (NK) dan UA (TS) namun hingga saat ini belum dilakukan pembayaran.

Terkait tercatut nama NI dan US berdasarkan surat perjanjian diatas materai dan hasil percakapan, betul tidaknya itu lahan masjid namun itu hasil pertemuan saya dengan AA alias WK, papar Rizki.

Lanjutnya, "beberapa waktu yang lalu telah menyerahkan surat rumah kepada saya oleh AA alias WK. Ini tetap saya pegang, namun saya ingin uang dikembalikan saya tidak mau menjual rumah orang yaitu AA saya tetap menuntut uang itu dikembalikan karena kebutuhan yang mendesak," harap Rizki. [] TN-W007, Foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.