Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Sebanyak Empat orang pegawai negeri sipil BKPSDM Kabupaten Aceh Tamiang diperiksa secara tertutup oleh Subdid Reskrimum Polda Aceh terkait laporan LSM Gadjah Putih tentang kasus K2 beberapa waktu yang lalu, Jumat (29/09) di Hotel Grand Arya Karang Baru.

Permasalahan K2 yang sempat heboh dan menggemparkan Kabupaten Aceh Tamiang akhirnya sampai pada titik pemerikasaan awal oleh Subdid Reskrimum Polda Aceh, bukan rahasia umum lagi bahwa banyak terdengar permasalah K2 ini meliputi adanya pungutan liar (pungli) yang terindikasi dilakukan pihak BKPSDM saat itu terhadap para guru K2 tersebut untuk kepengurusan SK serta NIP.

Saat ditemui awak media pihak Subdid Reskrimum Polda Aceh yang terdiri dari empat orang dan salah satu berpangkat AKBP tersebut belum bisa dimintai keterangan terkait hasil pemeriksaan awal ini, akan tetapi salah seorang penyidik mengatakan, "kami tidak bisa memberikan keterangan sebelum digelar perkara", ujarnya.

Saat ditanyai TamiangNews.com siapa ASN BKPSDM dan apa perannya pada kasus K2 ini dan apakah memang ada pungutan liar (pungli) yang dilakukan, petugas dari Polda Aceh tersebut yang berpangkat perwira hanya menjawab, "kami sudah memanggil 20 orang ASN dan kesemuanya sudah kami mintai keterangan dan BAP serta kami akan bekerja profesional", pungkasnya.

Informasi yang dihimpun TamiangNews.com, Tim Subdid Reskrimum Polda Aceh sudah tiba sejak hari Rabu (26/09) dan sudah bertemu dengan 11 orang guru K2 yang berasal dari kecamatan Manyak Payed untuk dimintai keterangan awal, dan juga sudah memanggil koordinator UPTD 5 Manyak Payed Ratih Rosalia pada Kamis (27/09).

Salah seorang guru K2 Mardiah yang berasal dari UPTD 5 Manyak Payed yang ditanyai TamiangNews.com Jumat(28/09) sore mengatakan, "saya dan 10 orang guru K2 serta koordinator UPTD 5 sudah dipanggil dan masing-masing dari kami sudah memberikan keterangan, pemanggilan secara terpisah yang pertama tujuh orang dan yang kedua empat orang dan petugas juga sudah bertanya berapa uang yang kami keluarkan untuk kepengurusan K2 ini", ungkap Mardiah.

Ratih Rosalia selaku koordinator UPTD 5 yang dihubungi via telepon, akan tetapi telpon selulernya tidak aktif. Informasi lain yang berhasil dihimpun TamiangNews.com, Subdid Reskrimum Polda Aceh juga memanggil koordinator UPTD 2 Kejuruan Muda Mailizar, akan tetapi tidak hadir pada pemanggilan pinyidik Polda Aceh sehingga akan dijemput paksa jika tidak memenuhi dan mengindahkan panggilan Penyidik Polda Aceh. [] TN-W012, Foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.