Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Anggota Komisi XI DPR fraksi Golkar, Aditya Anugrah Moha menjanjikan uang dugaan suap sebesar SGD100 ribu atau setara Rp1 miliar ‎kepada Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sudiwardono.

Diduga, uang tersebut dijanjikan Aditya kepada Sudiwardono untuk memuluskan penanganan putusan perkara korupsi di tingkat banding dengan terdakwa Marlina Moha Siahaan, yang merupakan ibunda Aditya.

"Dalam perkara ini diduga fee yang disepakati diawal adalah SGD100 ribu atau setara Rp1 miliar untuk kepentingan mempengaruhi putusan tingkat banding," kata Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10/2017).

Uang dugaan suap Rp1 miliar ‎tersebut diberikan Aditya kepada Sudiwardono dalam beberapa tahapan. Pemberian awal terjadi sekira pertengahan Agustus 2017 dengan nilai total sekira SGD60 ribu di daerah Manado.

Kemudian, pemberian kedua terjadi pada Jumat, 6 Oktober 2017 sebesar SGD30 ribu di daerah Jakarta yang kemudian diamankan Satgas KPK sebagai barang bukti. Pada hari yang sama, Satgas juga mengamankan uang senilai SGD11 ribu di mobil Aditya.

Atas perbuatannya, sebagai pihak yang diduga menerima suap, Sudiwardono disangkakan ‎melanggar Pasal 12 huruf c, atau Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangka, sebagai pihak yang diduga pemberi suap, Aditya Moha disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 ‎tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. [] okezone, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.