Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SURAT PEMBACA -- Jujur aku memang sangat mencintai dan menyayangi Tamiang, bagaimana aku bersikap terhadap diriku, seperti itu pulalah yang kutunjukkan pada Tamiang. Aku memang belum mampu melakukan banyak hal untuk memperbaiki Tamiang terutama dalam hal peneguhan jati diri, pelestarian budaya dan bahasa Tamiang.

Selama ini aku memperlakukan Tamiang layaknya seperti seorang isteri, yang wajib untuk dicintai, disayangi, dijaga, dan dihargai. Aku sangat marah kalau Tamiang diremehkan, aku sangat kesal ketika orang Tamiang tidak peduli terhadap kelestarian sukunya.

Aku sangat sedih ketika tanah Tamiang dikuasai suku lain dan hatiku terasa disayat sembilu ketika kekayaan sumber daya alam Tamiang tidak dapat dinikmati orang Tamiang sendiri.

Kita sudah berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuan kita demi masa depan Tamiang yang lebih baik. Namun harapan yang kita paterikan selama ini ternyata jauh panggang dari api.

Kita selama ini selalu menyuarakan agar orang Tamiang mencintai budaya dan bahasanya. Kita juga sudah berusaha membuat orang Tamiang bangga terhadap bahasa yang mereka miliki. Kita juga selalu menekankan agar orang Tamiang memperkuat persatuan dan kesatuan.

Namun ternyata hanya sedikit perubahan yang terjadi, tetap saja masih banyak orang Tamiang yang lupa diri. Bangga dengan budaya orang lain, malu dengan budayanya sendiri. Padahal pemerintah Indonesia sudah menegaskan agar mari kita cintai produk dalam negeri.

Tamiang punya budaya dan bahasa sendiri yang merupakan produk warisan nenek moyang orang Tamiang, maka sudah sewajarnya orang Tamiang mengikuti arahan dari pemerintah tersebut. Kekayaan Tamiang adalah kekayaan kita bersama, kekurangan Tamiang adalah kekurangan kita bersama, maka marilah kita benahi Tamiang mumpung kesempatan masih ada.Kateh mende landoh pee mende. []

Pengirim :
HAMDANI
Kampung Sunting Kec. Bandar Pusaka
Kabupaten Aceh Tamiang
email : hamdanidani281@yahoo.co.id

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.