Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Cerobong incenerator pembakarana limbah medis dan B3 RSUD Langsa yang baru selesai diperbaiki diduga sudah tidak dapat digunakan, diduga kuat manajemen RSUD untuk melakukan pembakaran limbah medis melakukan KSO dengan pihak tertentu dari Medan Sumatra Utara.

"Cerobong Incinerator baru saja direhab sesuai keterangan sumber yang menelan anggaran tahun 2017 sekitar Rp 1,5 miliar, tetapi tidak bisa digunakan dan sekarang ini pihak manajemen untuk pembakaran limbah medis RSUD melakukan KSO dengan pihak dari Medan," ujar sumber yang tidak mau disebut namanya, Rabu (25/10).

"Sedangkan tahun 2016 lalu RSUD Langsa juga telah melakukan perbaikan cerobong incenerator yang menelan biaya sekitar Rp 700 juta, juga tidak bisa digunakan, ini sudah termasuk ke dalam katagori merugikan keuangan negara," jelas sumber lagi.

Terkait dengan informasi tersebut sayangnya sampai dengan berita ini diturunkan para pihak di RSUD Langsa tidak ada yang bersedia memberi penjelasan secara resmi.

Sementara itu anggota DPRK kota Langsa, Samsuri saat dikonfirmasi Rabu (25/10) mengungkapkan, "Setahu dirinya bahwa itu sudah bisa saat diuji fungsi, namun kepastiannya bisa ditanyakan langsung ke Direktur, mengenai KSO saya rasa itu dilakukan karena sebelumnya inceneratornya rusak", katanya.

Kemudian dikatakan Samsuri, saya rasa harus dirasionalisasi kalau memang biaya perawatan lebih mahal daripada membeli alat yang baru bagus diganti yang baru saja, ujar Samsuri, "terkait hal teraebut saya coba akan tanyakan ke pihak teknis mengenai permasalahan ini", 'tegas Samsuri. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.