Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Garansindo Group bekerja sama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya mengembangkan sepeda motor listrik pertama buatan anak bangsa. Sepeda motor listrik ini diberi nama Garansindo Electric Scooter ITS (GESITS).

GESITS diciptakan sebagai kendaraan roda dua berpenggerak listrik yang ramah lingkungan dan hemat energi. Berbentuk skuter, GESITS mengaplikasi motor elektrik berdaya 5 kw dengan torsi mencapai 15 Nm pada 3000 rpm. Untuk menggerakkan motor elektriknya, GESITS dibekali baterai Lithium-ion dengan sistem manajemen baterai yang seluruhnya merupakan produk dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan direksi PT PLN (Persero) hari ini pun menjajal motor listrik tersebut di kantornya.

Dari pantauan SINDOnews di lokasi, motor tersebut sekilas tidak jauh berbeda dengan motor berbahan bakar minyak (BBM) yang telah ada di Indonesia saat ini. Namun bedanya, motor tersebut tidak memiliki mesin dan knalpot seperti motor lainnya.

Motor tersebut dioperasikan menggunakan baterai yang terletak di bawah jok motor. Selain itu, suara motor tersebut lebih halus dibanding motor berbahan bakar minyak

Setelah menjajal motor tersebut, Jonan mengakui bahwa motor listrik lebih enak digunakan dibanding motor berbahan bakar minyak. Tarikan lebih halus dan desainnya juga lebih bagus.

"Enak (motor listrik). Ini lebih mulus dan desainnya bagus," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Menurutnya, motor tersebut tidak kalah canggih dengan motor listrik yang ada di luar negeri. Bahkan, Jonan meyakini bahwa Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto akan mendukung perkembangan motor listrik tersebut.

"Sama (dibanding motor listrik luar negeri), ini canggih. Saya yakin Pak Menperin sangat mendukung," imbuh mantan Menteri Perhubungan ini.

Sementara itu, Wakil Menteri ESM Arcandra Tahar mengaku sudah lama tidak menggunakan motor. Bahkan, terakhir kali dirinya menggunakan motor pada 1995. "Saya terakhir bawa motor tahun 1995. Enggak ada (di AS). Enak ya, dulu di Bandung terakhir," kata Arcandara. [] sindonews, foto : ilustrasi

 

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.