Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Kisah ashabul kahfi atau pemuda gua, telah banyak dikenal olah kalangan muslim sebagai peristiwa yang menakjubkan. Peristiwa ini tertuang dalam surat alquran surat al-kahf/18: ayat 9-26.

Ashabul kahfi adalah pemegang teguh ajaran tauhid, dan hanya beriman kepada Allah sebagai Yang pantas untuk disembah. Selain itu, mereka juga mengagungkan Allah sebagai penguasa langit dan Bumi.

Ketujuh pemuda beriman itu tertidur di dalam gua selama 309 tahun hijriah atau 300 tahun masehi. Mereka bersembunyi di dalam gua karena melarikan diri dari kekejaman raja Dikyanus.

Jika dicermati bagaimana Allah menidurkan mereka, terdapat beberapa hal yang bisa diamati. Seperti yang tertulis dalam buku 'Tafsir Ilmi' tentang waktu dalam perspektif alquran dan sains (2013) berikut ini.

Pertama, ashabul kahfi ditutup telinganya. Hal ini bisa dilihat pada ayat ke-11. Kemudian, mereka ditempatkan dalam gua yang luas, di mana sinar matahari tidak masuk ke dalam gua. Matahari hanya terbit di samping kanan, dan tenggelam di samping kiri gua (ayat 17). Terakhir, tubuh ashabul kahfi dibolak-balikkan oleh Allah ke kanan dan kiri (ayat 18).

Penjelasan ilmiah berusaha menjawab pertanyaan mengapa mereka bisa tidur selama itu. Pertama ialah, Allah menutup telinga mereka agar bisa tidur tanpa adanya gangguan.

Kuping diketahui memiliki empat titik akupunktur yang bertanggung jawab untuk menekan nafsu makan. Dalam kata 'Allah menutup telinga' dapat pula diartikan sebagai menekan empat titik akupunktur tersebut sehingga nafsu makan mereka terbatas.

Kemudian karena tak ada sinar matahari yang tembus ke dalam gua, membuat keadaannya redup. Hal ini memungkinkan suhu di dalamnya menjadi sejuk. Keadaan ini dapat memberikan kenyamanan dan membuat tidur kian lelap.

Tubuh mereka juga di bolak-balik agar aliran darah ketujuh pemuda itu tetap terjaga. Selain itu, mereka juga tak saling berdesakan. Hal ini mendukung mengapa mereka bisa tertidur selama itu. Tentunya dengan izin dan kuasa Allah SWT. [] okezone.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.