Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, AMBON -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengaku baru mengatahui sejarah pertukaran Pulau Rhun di Kepulauan Banda, kabupaten Maluku Tengah, provinsi Maluku dengan Pulau Manhattan yang kini dikenal sebagai New York pada 350 tahun lalu.

"Hari ini di Pulau Rhun saya baru tahun bahwa pulau ini pernah ditukar dengan Manhattan 350 tahun lampau," ujar Menteri Susi usai menandatangani prasasti 350 tahun Treaty of Breda bersama Duta Besar Amerika Serikat, Joseph R Donovan Jr, Sekda Maluku, Hamin Bin Thahir dan Wakil Bpati Maluku Tengah, Marlatu Leleury, di Pulau Rhun, Minggu.

Menteri Susi menganggap kehadirannya untuk merayakan perjanjian pertukaran Pulau Rhun yang merupakan penghasil rempah-rempah unggulan, khususnya pala antara Belanda dan Inggris, menjadi momen luar biasa bagi dirinya dan tidak bisa dilupakan.

"Luar biasa pulau kecil (Rhun) ini. Ternyata potensinya rempah-rempah khususnya pala sangat besar jaman dahulu, sehingga menjadi rebutan Belanda dan Inggris," katanya.

Menteri Susi juga sempat mengunakan kesempatan tersebut untuk bergurau dengan Dubes Joseph Donovan soal pertukaran Pulau Manhattan dan Pulau Rhun.

Tadi saya bilang ke Pak Dubes, kita tukaran saja lagi sekarang Manhattan sama Pulau Rhun. Nanti saya jual gedung besar di sana, dan uangnya saya pake untuk beli kembali Pulau Rhun. Jadi Manhattan dapat, Pulau Run dapat," tutur Menteri Susi sembari tersenyum.

Dia memandang sejarah pertukaran dua pulau di negara berbeda tersebut perlu terus diceritakan kepada generasi muda bangsa baik di Maluku maupun di seluruh Indonesia, sehingga dapat diingat setiap saat.

"Sejarah ini harus diceritakan karena dari sinilah bangsa-bangsa Eropa dan Asia mengenal Indonesia. Bahkan dari perjanjian 350 tahun lalu kemudian melahirkan sejarah berdirinya New York sebagai jantung negara Amerika Serikat," katanya.

Saat ini, menurut Menteri Susi, Pulau Rhun dan gugusan Kepulauan Banda lainnya tidak hanya memiliki kekayaan rempah-rempah sebagai salah satu sumber daya alam paling diburu di dunia seperti jaman dahulu, tetapi juga kaya akan potensi bahari, wisaya serahan dan budaya serta tidak kalah penting adalah potensi perikanan yang melimpah.

"Karena itu, jaga dan lestarikan semua kekayaan alam yang dimiliki ini agar menjadi sumber kehidupan anak cucu serta bermanfaat untuk pembangunan di Maluku Tengah, provinsi Maluku maupun bangsa dan negara di masa mendatang," ujarnya.

Sedangkan Sekda Maluku, Hamin Bin Thahir mengatakan peringatan 350 tahun Perjanjian Breda perlu diapresiasi sekaligus menjadi catatan sendiri bagi pemerintah dan masyarakat Maluku dalam memperjuangkan kemajuan pembangunan maupun kesejahteraan masyarakat pada masa mendatang.

"Apalagi peringatannya dihadiri langsung Dubes Amerika. Ini bisa menjadi catatan tersendiri bagi Kedutaan Besar Amerika. Terlebih Dubes Donovan adalah warga Manhattan New York," kata Sekda.

Dia juga menambahkan, Pemprov Maluku telah menetapkan Kepulauan Banda sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata dan perikanan, dimana diharapkan pengembangannya di masa mendatang memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di Maluku. [] antaranews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.