Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Penciptaan langit tujuh lapis merupakan fenomena yang ditemukan dalam Alquran. Ada beberapa ayat yang memberikan informasi tentang hal ini, di antaranya adalah yang terdapat pada Surah Al-Mulk ayat 3.

"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?," Surah Al-Mulk Ayat 3.

Tabaqah diartikan dengan tingkatan jika berkenaan dengan benda-benda alam yang satu berada di atas yang lain seperti langit, dan diartikan sebagai lapisan bila berkaitan dengan sesuatu yang keberadaannya berdempet atau melekat tanpa jarak.

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Penciptaan Jagat Raya dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan tentang hakikat tujuh langit.

Ayat di atas juga menerangkan bahwa Allah menciptakan tujuh langit secara bertingkat-tingkat. Tiap-tiap benda alam itu seakan terapung kokoh di tengah-tengah jagat raya, tanpa ada tiang-tiang yang menyangga dan tanpa ada tali yang mengikatnya.

Langit yang terlihat di alam ini terwujud tanpa tiang yang menyangganya. "Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya," Surah Luqman Ayat 10.

Menurut sebagian ahli tafsir, kata tujuh langit diartikan sebagai galaksi-galaksi yang terdapat di luar angkasa yang jumlahnya sangat banyak. Pendapat demikian didasarkan pada dua anggapan, yaitu bahwa angka tujuh dalam bahasa Arab biasa digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang jumlahnya banyak atau suatu jumlah enam ditambah satu.

Selain ini, ada pula pakar yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tujuh lapis langit itu adalah tujuh bintang yang ada di sekitar matahari. Namun demikian, ada pula mufasir yang tidak mau menjelaskan maknanya, dan hanya menyerahkan kepada Allah, karena hal itu ada pada pengetahuan-Nya dan belum diketahui dengan pasti oleh manusia.

Penciptaan tujuh langit ini merupakan penyempurnaan dari benda di alam raya yang telah dicipta. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa semua itu mesti terkait antara yang satu dengan lainnya.

"Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu," Surah Al-Baqarah Ayat 29.

Penciptaan tujuh langit ini diisyaratkan tersusun secara berlapis-lapis, sesuai dengan ungkapan pada ayat ini, yaitu bertingkat-tingkat. Ini menandakan bahwa tujuh langit yang dicipta tidak bertumpuk, tetapi terdapat jarak antara yang satu dengan lainnya. [] okezone.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.