Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, MEULABOH -- Polisi dari Polres Aceh Barat kembali menetapkan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Nagan Raya Neldi Isnayanto (30) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengrusakan dan penganiayaan saat menertibkan kafe karaoke di Desa Pasar, Aceh Barat.

Neldi yang hingga Selasa (26/9/2017) sudah ditahan polisi dijerat dengan Pasal 170 ayat 1 dan ayat 2 ke (1e) KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Neldi sehari-hari berprofesi sebagai PNS di Kantor Camat Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya ditangkap polisi di kawasan Darussalam Banda Aceh pada Senin (25/9/2017).

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Fitriadi mengatakan tersangka Neldi awalnya dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut, namun tidak hadir-hadir sehingga dilakukan penangkapan.

Seperti diketahui polisi dari Polres Aceh Barat awalnya telah menetapkan simpatisan FPI Aceh Barat M Riski sebagai tersangka.

Kasus itu bermula dari sejumlah anggota FPI Aceh Barat dan juga terdapat FPI Nagan Raya mendatangi kafe di kawasan Pasar Aceh Meulaboh.

FPI melarang kafe yang mereka datangi karena dinilai melanggar syariat Islam akibat buka sudah larut malam yang berbuntut terjadi keributan antara anggota FPI dengan pengunjung serta pemilik kafe. [] Serambinews, Foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.