Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Akibat dalam keterangan di Kartu Tanda Penduduk (KTP) bukan warga Aceh Tamiang, dua Pedamping Desa Pemberdayaan (PDP) yang dinyatakan dan diumumkan lulus tes seleksi, untuk Kabupaten Aceh Tamiang digugurkan kembali.

Berdasarkan data yang dihimpun TamiangNews, dua orang Pedamping Desa Pemberdayaan (PDP) tersebut digugurkan karena tidak berdomisili dan bukan warga Kabupaten Aceh Tamiang tetapi kedua PDP tersebut dalam keterangan di Kartu Tanda Penduduk tercatat sebagai warga Aceh Besar.

Dari 18 orang tenaga Pedamping ‎Desa Pemberdayaan (PDP) yang lulus tes seleksi untuk Aceh Tamiang. Hanya dua orang tersebut yang bukan warga Aceh Tamiang, sementara 16 orang lainnya merupakan warga Aceh Tamiang.

Koordinator Satker Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD ) Provinsi Aceh, Faisal Reza ketika dikonfirmasi TamiangNews, Rabu (27/09) membenarkan 2 dari 18 calon tenaga Pedamping Desa Pemberdayaan (PDP) yang telah lulus seleksi untuk Kabupaten Aceh Tamiang harus digugurkan kembali.

"Mereka gugur karena melanggar juknis rekrutmen Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP). Sebab quota kabupaten harus berdomisili di kabupaten tersebut, nyatanya dua orang tersebut merupakan warga Kabupaten Aceh Besar", kata Faisal Reza.

Karena dua orang tersebut gugur, kata Faisal, maka untuk menggantikan mereka akan di isi oleh dua orang cadangan PDP yang sesuai dengan rangking cadangannya.

"Dua PDP Aceh Tamiang yang gugur tersebut yakni, Arfan Haris dan Irwanda keduanya berdomisili di Aceh Besar. Keduanya akan digantikan oleh Eki Junianto sebagai cadangan satu dan Eva Sari sebagai cadangan dua," jelas Faisal Reza.

Menurut Faisal, kesalahan yang menyebabkan dua tenaga PDP tersebut harus gugur murni terjadi pada registrasi online.

"Seharusnya ketika regi‎strasi online mereka tidak bisa lolos karena bukan warga Kabupaten Aceh Tamiang. Registrasi itu letaknya di webset kemendes," ungkap Faisal Reza.

Sementara itu Tenaga Ahli Kabupaten Aceh Tamiang M. Daniel ketika di konfirmasi TamiangNews membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang pihaknya terima ada dua PDP yang dinyatakan lulus bukan warga Aceh Tamiang, tetapi sudah di gugurkan.

"Secara detail, siapa-siapa PDP yang digugurkan kami belum mengetahui secara pasti siapa nama-namanya karena sampai saat ini pihaknya belum menerima surat resmi dari Satker P3MD provinsi Aceh", jelasnya. [] TN-W004

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.