Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Pemeriksaan perdana ini dilakukan di KBRI Singapura, dengan tujuan menggali informasi terkait kasus penyiraman air keras yang terjadi empat bulan yang lalu itu.

Kepada Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, dalam pemeriksaan tersebut penyidik sempat menanyakan kecurigaan Novel yang menyebut ada keterlibatan oknum jenderal polisi dalam kasus yang menimpanya.

"Tadi sudah saya sampaikan, dia (Novel Baswedan) belum sampaikan, tetap yang bersangkutan akan menyampaikan kalau tersangka sudah tertangkap," ungkap Argo di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (15/8/2017).

Argo mengatakan, keterangan Novel masih belum cukup membantu kepolisian untuk mengungkap pelaku yang hingga saat ini masih menjadi teka-teki. Pasalnya, keterangan Novel Baswedan kepada penyidik tidak segamblang saat disampaikan kepada media massa.

"Untuk sementara belum (cukup membantu). Kita belum dapatkan berkaitan dengan apa yang dia sampaikan di media," jelas mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.

Sekadar informasi, pemeriksaan terhadap Novel Baswedan dilakukan pada Senin 14 Agustus 2017 di KBRI Singapura. Dalam pemeriksaan itu, tim penyidik polri didampingi langsung oleh ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Diketahui, Novel disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai Salat Subuh. Mata Novel pun rusak sehingga harus dirawat di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

Menurut Juru bicara KPK, Febri, apa pun yang terjadi pascaoperasi, Novel sudah ikhlas. "KPK dan keluarga juga berharap doa dari seluruh pihak agar operasi dan segala perawatan berhasil, dan para penegak hukum diberikan kekuatan untuk mengungkap kasus ini," kata Febri beberapa waktu lalu.

Namun, kata dia, harapan lain adalah agar pemberantasan korupsi, termasuk penanganan kasus e-KTP yang pernah ditangani Novel semakin maju mengungkap aktor-aktor utama yang merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah.

Sementara itu, lebih dari 100 hari pelaku penyiram Novel belum ditemukan meski polisi sudah memeriksa banyak saksi, membuat sketsa terduga pelaku hingga menahan sejumlah orang yang kemudian dilepaskan lagi.

Sketsa pelaku yang ditunjukkan Kapolri seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Senin 31 Juli menunjukkan pelaku adalah pria dengan ciri-ciri tinggi 167-170 cm, berkulit agak hitam, rambut keriting dan badan cukup ramping. [] okezone.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.