Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang memberi toleransi terkait ITC (International Transfer Certificate) pemain asing anyar di bursa transfer paruh musim Liga 1 mengundang kecaman. Keputusan ini dinilai melanggar regulasi yang telah digariskan secara tegas oleh otoritas tertinggi sepakbola dunia, FIFA.

"Pemain yang ITC-nya belum keluar dari FIFA TMS, belum boleh dimainkan di kompetisi resmi," ujar Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali, pada Bola.net.

"Ini aturan FIFA lho. Regulasinya sudah jelas," sambungnya.

Menurut Akmal, PSSI dan LIB gagal memahami perbedaan toleransi aturan pemerintah, semacam KITAS dan IMTA dengan aturan FIFA, seperti ITC. Padahal, sejatinya, kedua hal tersebut berbeda sama sekali.

"Aturan FIFA ini bukan hal yang bisa ditawar-tawar," tutur Akmal.

"Semoga saja sepakbola kita nggak jadi guyonan," ia menambahkan.

Sebelumnya, menyusul adanya skandal ITC yang menyangkut pemain asing Persib Bandung, Ezechiel N'Douassel, PT LIB mengeluarkan surat yang secara garis besarnya tetap mengesahkan dan mengizinkan pemain yang ITC-nya belum tuntas dalam proses TMS untuk tetap bisa dimainkan.

Surat PT LIB pada tanggal 14 Agustus 2017 ini merujuk pada surat PSSI tertanggal 09 Agustus 2017. Namun, LIB sendiri tak pernah mensosialisasikan keputusan PSSI ini ke seluruh klub sebelum adanya sengkarut N'Douassel.

Sementara itu, Akmal berharap, ke depannya pelanggaran dan pemakluman semacam ini tak lagi terjadi. Menurutnya, regulasi dibuat untuk dijalankan, bukan dilanggar.

"Selama pelanggaran dibiarkan, kompetisi bakal cacat," tukasnya.

Selain itu, Akmal berharap ke depannya, PSSI juga segera menertibkan hal ini. Ia meminta tak ada lagi aturan-aturan yang dibengkokkan untuk memberi pemakluman pada pihak-pihak tertentu. "Jangan ada lagi kelalaian seperti ini," ia menandaskan. [] Bola

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.