Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SEKRAK -- Informasi meningkatnya populasi hewan reptil buaya di Kabupaten Aceh Tamiang ternyata benar-benar telah menjadi isu yang layak mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

Kalau sebelumnya media ini pernah memberitakan, menurut Datok Penghulu Lubuk Damar Muhammad Nurdin, bahwa perkembangan buaya di daerah Kecamatan Seruway terus meningkat, tidak hanya di dalam sungai saja, buaya tersebut kini bahkan sudah memasuki alur-alur kecil yang ada di dalam kampung. Ini sangat berbahaya sekali terhadap masyarakat, saat ini buaya tersebut diperkirakan sudah berjumlah ribuan ekor yang berada di Kamping Lubuk Damar, Sungai Kuruk 3 dan di Kampung Pusung Kapal.

(Baca juga : Populasi Buaya di Kecamatan Seruway Meningkat Pesat)

Sekitar seminggu yang lalu, tepatnya Sabtu (28/07) Ahmad (72) warga Kota Lintang Kecamatan Kualasimpang menemukan seekor buaya yang nyangkut di gagang pancing miliknya di bantaran Sungai Kota Kualasimpang sekitar pukul 07.15 Wib.

Penemuan buaya ini berawal saat Ahmad melihat gangang pancing yang dipasang di sungai pada sore jum'at. Sesampai di lokasi, Ahmad mengangkat gagang pancing dikiranya ikan besar yang dapat akan tetapi alangkah terkejut melihat seekor buaya terlilit kail pancing miliknya.

(Baca juga : Seorang Warga Kota Lintang Berniat Mancing Ikan Malah Dapat Buaya)

Informasi terbaru yang berhasil dihimpun TamiangNews.com, Rabu (02/08) Syafruddin (38) seorang warga Kampung Lubuk Sidup Kecamatan Sekrak mengatakan, masyarakat Kampung Lubuk Sidup dan masyarakat Kampung Aras Sembilan selama beberapa bulan terakhir sudah sangat sering melihat buaya yang muncul di Sungai desa meraka.

Menurutnya, akibat sering munculnya buaya di sungai, membuat masyarakat kampung yang masih menggunakan MCK di sungai atau yang sering memancing di sungai menjadi khawatir akan serangan reptil tersebut. Bahkan, menurutnya kadang buaya ini bisa muncul dan menampak diri di sungai secara bersamaan mencapai 3-4 ekor bahkan lebih.

Masyarakat sangat berharap pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui instansi terkait memberi perhatian khusus terhadap perkembangan jumlah reptil buaya ini yang telah membuat masyarakat tidak nyaman. Walaupun sampai dengan saat ini belum ada serangan ataupun teror terhadap warga, ujar Syafruddin. [] TN-W001, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.