Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Terkait Tuntutan Karyawan Pasca Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba Manager PT Evans Grups Simpang Kiri Memenuhi Panggilan Disnakertran Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (18/08).

Pihak perusahaan hanya melakukan prosedur yang telah disepakati bersama dalam bentuk surat pernyataan yang isinya selama masa Rehabilitasi para karyawan tidak akan menerima gaji akan tetapi beras dan pinjaman THR tetap diberikan, segala biaya yang timbul akibat masa Rehabilitasi baik itu operasional dan yang lain-lain akan ditanggung para karyawan dan setelah melakukan rehabilitasi seluruh karyawan dinyatakan negatif maka seluruh karyawan dapat kembali bekerja, Jum’at (18/8).

Demikian disampaikan Manager SKE PT Evans Simpang Kiri Hamdi Anas Terkait Tuntutan para Karyawan Pasca Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba di Klinik Habib Kp. Ie Bintah Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang, hal itu disampaikan Hamdi Anas memenuhi panggilan Disnakertrans Kabupaten Aceh Tamiang, di ruangan Kadisnakertrans. Didalam Musyawarah ini juga dihadiri Kasi BNN Kota Langsa Zulkifli dan Ketua Serikat Pekerja Mandiri di Daerah Perusahaan PT EVAN Simpang Kiri.

Perwakilan dari karyawan PT Evans Simpang Kiri yang diwakilkan oleh Yopi mengatakan “kami kemari datang untuk menanyakan hak kami selama 2 bulan yg tidak dibayarkan selama masa rehabilitasi yang sudah kami jalani, kemudian kami juga mau menyakan ke manager PT.Evan simpang kiri terkait penempatan kerja kami yang tidak pada posisi awal sebul kami di rehabilitasi”, paparnya. Disambungnya lagi “ekonomi kami lagi susah kali pak, cobalah bapak Hamdi selaku Manager ada di posisi kami saat ini,” tutup Yopi.

Menanggapi pertanyaan Yopi, Manager SKE PT Evans Simpang Kiri Hamdi Anas mengatakan ”kami dari pihak perusahaan hanya melakukan prosedur yang telah disepakati bersama dalam bentuk surat pernyataan yang isinya pertama selama masa Rehabilitasi para karyawan tidak akan menerima gaji akan tetapi beras dan pinjaman THR tetap diberikan, yang kedua biaya yang timbul akibat masa Rehabilitasi baik itu operasional dan yang lain-lain akan ditanggung para karyawan dan yang terakhir apabila setelah melakukan rehabilitasi seluruh karyawan dinyatakan negatif maka seluruh karyawan bisa kembali bekerja”, ujar Hamdi Anas.

Ditambahkannya lagi “ saya juga kuli sama seperti kalian para karyawan, jadi saya hanya bisa menjalankan perintah management PT.Evans Indonesia”, tutup Hamdi.

Berbeda dengan Reza Pasha, SE Asisten Konselor BNN Kota Langsa yang juga hadir memenuhi undangan Kadisnakertran mengatakan, "Klinik Habib sudah menyalahi Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BNN Kota Langsa, sudah jelas dalam perjanjian bahwa klinik habib adalah klinik ber tipe D atau Pratama sehingga tidak bisa menjalankan rawat inap dan hanya bisa menjalankan rawat jalan bagi para pasien yang menjalankan rehabilitasi. Oleh sebab itu Klinik Habib sudah melanggar perjanjian dan lebih membuat kami kecewa Klinik tersebut juga telah memungut biaya untuk rehabilitasi sehingga ini akan kami tindak tegas, dan tidak akan dirembes pembayaran dari BNN”, tutup Reza.

Sementara itu Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Langsa Zulkifli ikut berkomentar terkait permasalah karyawan PT Evans Simpang Kiri dan mengatakan “sebelumnya saya harus menginformasikan bahwa kehadiran kami disini bukan untuk permasalahan tuntutan para karyawan kepada perusahaan, kami hadir disini untuk memberikan keterangan terkait Klinik Habib sebagai tempat rehabilitasi yang merupakan kewenangan kami untuk mengevaluasi kinerja klinik Habib tersebut”, pungkas Zulkifli.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drh. Yusbar usai mendengarkan keterangan beberapa pihak terkait, mengatakan “ kita harus memisahkan terlebih dahulu, pihak BNN Kota Langsa hanya berurusan dengan pihak Klinik Habib sehingga tidak terkait dengan pihak karyawan yang menuntut haknya kepada PT Evans Simpang Kiri, terkait tuntutan para karyawan saya akan menyurati kembali pihak perusahaan khusus kepada pihak Management PT Evan Indonesia untuk memberikan hak para karyawannya selama 2 bulan”, ujar Kadisnakertrans. Yusbar juga menjelaskan “kalau perlu saya akan ke Jakarta menemui management PT. Evans Indonesia untuk memohon hak para karyawan”, tutup Kadisnakertrans.

Tapi jika masalah ini bias kita selesaikan secara musyawarah tentunya lebih baik, untuk pertemuan kali ini kita masing masing harus menahan diri jangan mengedepankan egois kita, Kadis Nakertran ini yakin persoalan perusahaan ini dapat diselesaikannya tanpa harus berlarut larut apalagi harus ke Jakarta, timpal Yusbar. [] TN-W007/TN-W012

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.