Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Usaha Taylor Swift untuk mencari keadilan terkait pelecehan dirinya berakhir manis. Hakim pengadilan memutuskan memenangkan kasus pelantun Love Story dan You Belong with Me ini.

Dalam sidang putusan yang berlangsung Senin (14/8/2017), delapan dewan juri dengan suara bulat menyatakan bahwa Swift menjadi korban dari DJ Colorado David Muller.

Dewan juri juga memutuskan bahwa ibu Swift, Andrea dan tim manajemennya tidak ikut campur dalam kontrak kerja Muller. Seperti dilansir Aceshowbiz, Atas putusan itu Swift berhak mendapat ganti rugi sebesar USD1 juta.

Swift yang berada di pengadilan pun tidak bisa menyembunyikan kegembiraanya, meski selama sidang terlihat cukup tegang dan emosional. Sang artis mulai bisa tersenyum saat mendengarkan kesimpulan dari dewan juri.

"Saya ingin berterima kasih kepada Hakim William J. Martinez dan juri atas pertimbangan mereka yang cermat. Pengacara saya, Doug Baldridge, Danielle Folay, Jay Schaudies dan Katie Wright telah memperjuangkan saya dan siapa saja yang merasa dibungkam oleh serangan seksual, terutama siapa saja yang menawarkan dukungan mereka selama empat tahun cobaan dan dua tahun menjalani proses pengadilan," kata Swift.

"Saya mengakui keistimewaan yang saya dapatkan dari kehidupan di masyarakat dan kemampuan saya untuk menanggung biaya yang sangat besar untuk membela diri dalam persidangan seperti ini," lanjut dia.

"Harapan saya adalah untuk membantu orang-orang yang suaranya juga harus didengar. Oleh karena itu, saya akan memberikan sumbangan dalam waktu dekat ke beberapa organisasi yang membantu korban kekerasan seksual membela diri mereka sendiri, " beber dia.

Seperti diketahui, kasus pelecehan seksual ini terjadi pada 2013, saat Swift menghadiri acara jumpa penggemar di Denver, Amerika Serikat. David Mueller dan mantan kekasihnya berfoto bersama penyanyi cantik itu di acara tersebut.

Menurut Swift, David Mueller menyelipkan tangannya ke bawah rok dan memegang bokongnya. Setelah acara selesai, kru Taylor Swift mencari David Mueller dan mengusirnya dari lokasi acara.

Atas intervensi dari tim manajemen Taylor Swift, masalah ini berujung dengan dipecatnya David Mueller dari radio KYGO. Pada 2015, pria ini juga melayangkan tuntutan hukum pada Taylor Swift karena menurut dia, tuntutan sang penyanyi soal pelecehan seksual ini membuatnya kehilangan mata pencaharian.

"Untuk memberi tahu orang-orang bahwa Anda dapat mengatakan tidak dan bahwa Anda meraih punggung wanita adalah sebuah serangan," jelas dia terkait peristiwa yang dialaminya. [] sindonews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.