Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Satres Narkoba Polres Aceh Tamiang kembali menciduk seorang yang diduga pelaku pengedar narkoba jenis ganja di Kampung Sidodadi Kecamatan Seruway, Kamis (03/08) sekitar pukul 15.44 Wib.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo melalui Kasat Resnarkoba, IPTU Wijaya Yudistira kepada TamiangNews.com Jumat (04/08) mengatakan, pelaku yang berinisial DH (34 tahun) yang merupakan warga Dusun Cinta Damai, kampung Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda itu diamankan pihaknya di pinggir jalan Dusun Bogak, Kampung Sidodadi, Kecamatan Seruway.

Menurut Kasat Resnarkoba Iptu Wijaya Yudistira, kronologi kejadian berawal dari informasi masyarakat bahwa di seputaran Dusun Bogak, kampung Sidodadi sering terjadi transaksi narkotika jenis Ganja. Mandapat informasi tersebut Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Aceh Tamiang yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba melakukan penyelidikan ke lokasi.

Dan pada saat tim melintas di TKP, melihat gerak-gerik tersangka yang mencurigakan sedang berhenti dipinggir jalan, yang selanjutnya Tim berhenti dan mendekati tersangka, namun tersangka melawan dan mencoba melarikan diri tetapi berhasil ditangkap dan pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan Barang Bukti yang disimpan di bawah tempat duduk sepeda motor.

Selanjutnya terhadap tersangka DH berikut barang bukti dibawa dan diamankan ke Kantor Satresnarkoba Polres Aceh Tamiang guna kepentingan penyidikan selanjutnya.

"Adapan barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 ( satu) bungkusan Kertas Koran yang di alam plastik hitam yang berisikan Ganja Kering seberat 1.030 (seribu tiga puluh) gram atau lebih kurang 1 Kg, 1 (satu) unit Sepmor merk Honda, warna Hitam-Orange, tanpa Nomor Polisi, dan 1 (satu) unit hp merk Advance warna hitam", ujar Iptu Wijaya Yudistira.

Dari keterangan tersangka bahwa ganja tersebut didapatnya dari seseorang dengan inisial "SB" yang diketahuinya berasal dari Pining, Kabupaten Gayo Lues. Dan pada saat dilakukan pengembangan dengan mencari "SB" namun yang bersangkutan telah mengetahui dan melarikan diri sehingga terhadap "SB" dimasukkan daftar DPO Sat Resnarkoba Polres Aceh Tamiang.

Atas perbuatannya tersebuat, HD dapat dijerat Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 111 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 Tahun penjara. [] TN-W001

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.