Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Membandalnya sikap PT Mestika Prima Lestari Indah (MPLI) yang tidak mengindahkan terhadap peraturan dan undang undang ketenagakerjaan serta diduga telah melakukan kejahatan ketenagakerjaan membuat Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSPPP-SPSI) kabupaten Aceh Tamiang gerah.

Disnakertrans melalui undangannya memanggil pimpinan PT MPLI untuk menuntaskan permasalahan terkait masalah pembayaran upah yang belum sepenuhnya mengacu kepada Pergub Aceh nomor 72 tahun 2016 sebesar Rp.2,5. Selain itu juga permasalahan pembayaran THR yang tidak sesuai dengan aturan.

Namun dalam memenuhi undangan Pemerintah kabupaten Aceh Tamiang, pihak PT MPLI hanya mengutus seorang Pjs Kepala Tata Usaha (KTU) Iswanto yang tidak diberi kewenangan memberikan kebujakan dan keputusan apapun terhadap masalah yang diduga sebagai penindasan kepada pekerja.

"Ini merupakan pelecehan yang dilakukan perusahaan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang karena mengutus orang yang tidak bisa memberikan keputusan apapun. Padahal kedatangan pimpinan perusahaan diharapkan bisa memberikan keputusan secara pasti," ujar Ketua PC FSPPP-SPSI Kabupaten Aceh Tamiang, Tedi Irawan, Kamis (10/08).

Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Aceh Tamiang, Yusbar melalui Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan sosial, Supriyanto juga mengeluhkan sikap bandelnya pihak PT MPLI yang sudah beberapa kali dipanggil oleh Disnakertrans dan DPRK setempat dalam kasus yang berbeda.

"Bandelnya PT MPLI ini terjadi sudah sejak dulu, herannya sampai sekarang kok malah semakin parah," ungkap Supriyanto.

Diungkapkannya, persoalan yang dilanggar oleh PT MPL bukan hanya masalah biasa yang menyangkut dengan pelanggaran undang undang saja, melainkan didalamnya juga ada unsur dugaan pidananya.

"Saya senang kalau perusahaan itu diberi sanksi tegas, karena perusahaan itu sudah sangat terkenal dengan kebandelannya, Kalau menurut saya, penyelesaian harus dilakukan secara hukum saja, karena perusahaan ini memang sikapnya bandal dan diduga ada unsur pidananya" ujar Supriyanto.

Pjs KTU PT MPLI kepada TamiangNews menyebutkan, Direksi tidak dapat hadir karena ada keperluan lain, sedangkan staf Direksi yang bernama Yudi juga tidak hadir karena keluarganya ada yang tertimpah kemalangan.

"Kalau pak Manager, Sudarno, ada tamu yaitu asisten baru di Afdeling III, beliau mendapingi Asisiten baru itu untuk memperkenalkan diri dilapangan," ujar Iswanto. [] TN-W013

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.