Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Sejumlah pekerja PT Mestika Prima Lestari Indah (MPLI) masih berupaya melakukan mediasi atas tuntutannya mengenai hak haknya yang diberikan oleh perusahaan tidak sesuai dengan aturan. Selain itu, pihak perusahaan juga dianggap sangat kejam dan tidak manusiawi terhadap pemberian beban basis borong kepada pekerja.

Hal itu disampaikan karyawan PT MPLI di ruang kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Tamiang ketika memenuhi undangan Disnakertrans yang juga dihadiri Pjs Kepala Tata usaha (KTU) PT MPLI, Iswanto.

"Upah pemanen sawit pohon tua Rp.90 ribu dengan basis borong sebanyak 850 kilogram/hari untuk setiap pekerja. Sedangkan sawit remaja dengan basis borong sebanyak 450 kilogram perhari," ujar Wakil Ketua PUK SPPP-SPSI kebun PT MPLI, M Yakub, Kamis (10/8).

Yakub menambahkan, upah kerani Afdeling diperusahaan itu senilai Rp 76 ribu, Imam Musolah Rp. 64.285, supir angkut buah dari perkunan yang berada di Gampong Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu ke PKS yang terletak di Besitang Kabupaten Langkat dengan basis 300 ton/bulan, sementara itu bagi supir truk pangangkut TBS dilapangan oleh perusahaan diberi beban basis borong sebanyak 175 ton/bulan.

Yakub juga menyebut upah kernet truk hanya diberi Rp.72 ribu hingga Rp.74 ribu. Serta tukang muat buat diberi beban kerja sebanyak 125 ton/bulan. Demikian juga halnya upah Mandor SKO menjaga harian BHL yang senilai Rp.84 ribu dan SKU sesuai UMP.

Disebutkannya, Slip gaji atau lembaran bukti pembayaran upah para pekerja tidak pernah diberikan kepada yang bersangkutan. Hal itu juga dibenarkan oleh Pjs KTU, Iswanto.

Pjs KTU, Iswanto mengaku kehadirannya ke Disnaker hanya diperintahkan untuk mencatat segala keluhan karyawan dan tidak diberikan kewenangan untuk mengambil suatu kebijakan maupun diberi amanah menyampaikan kebijakan dari pihak managemen.

"Tidak ada pak, setelah dilakukan pembayaran upah semua berkas dibawa lagi ke Medan," ujar Iswanto seraya menambahkan akan melaporkan isi dalam pemanggilan pihak Disnakertrans kepada pimpinannya.

Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Aceh Tamiang, Yusbar melalui Kabag Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Supriyanto menyatakan pihaknya akan memamggil untuk yang kedua kalinya terhadap pimpinan PT MPLI agar memberikat jawaban pasti terkait permasalahan ini. [] TN-W013

Foto : Sejumlah karyawan dan Pjs KTU PT MPLI saat berada diruang Kepala Disnakertrans Aceh Tamiang

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.